Minggu, 24 Mei 2015

senyumnya lapuk, seiring dengan malam yang kian terkantuk. adakah yang salah pada malam berkah ini, nona? binarmu pudar diantara kerlipnya bintang yang berpendar pada kamis malam. adakah sesuatu yang membuat ronamu mengabu-abu kelam, tuan?

saya tahu, kesalahan terbesar saya adalah menutup telinga rapat-rapat. seakan akan tidak peduli dengan suara suara di sekeliling saya.
betapa bodohnya saya, sebab hal itu membuat saya menjadi buta dengan keadaan sekitar.
sampai suatu ketika, saya baru menyadari apa yang saya lakukan adalah kurang tepat.

saya perlu merungu, sesekali. saya perlu melihat, sewaktu-waktu. terlalu menuli dan membuta bukanlah tindakan yang tepat.

setelah semua, ah.... betapa-makin bodohnya saya.... hanya bisa berkata "selama ini saya kemana?" hahaha

dan ketika saya tahu.... saya malah tidak tahu saya harus bagaima? tertawa bahagia, atau malah menangis berduka. (satu hal ini yang belum saya temukan jawabannya.) yang jelas... saya menjadi tahu. dan hmmmm.... alhamdulillah . saya lebih lega setelah tahu akan hal ini.

lega..... lega...... legaa......
hahahahahahay

oi... pandai sekali kau berkelakar..
lihai mengumbar janji tanpa mengaamiini.
hati hati pada hati yang kecewa oleh bualanmu itu.
lebih lebih pada emak emak, embah embah, embak embak. pokoknya kaum perempuan! sebab mereka sangat berperasaan.
bisa bisa kau di buat sekarat mereka tanpa perasaan. hahaha

soal ini, kau mungkin kurang paham. tapi maaf. aku ini perempuan.

selamat bertandang, kesal!

seorang perempuan datang kepada saya. masih perempuan kemarin yang datangkan hujan.
saya tidak tahu apa yang tengah membelenggu pada matanya. hanya saja, sendunya seakan menyimpan rahasia besar. pada hujan kala itu. perempuan bermata sendu berkata;
katanya "mungkin, perasaan yg tulus itu.. yang membuat seorang perempuan selalu kembali pada titik yg sama. Bukan hujan, bukan krn dia tak bisa melepas.. dia hanya trlalu mengerti bhwa perasaannya sangat sederhana.. dan itu sangat cukup menjadi alasan baginya untuk bertahan. Tulus.." #hujan #berkata #kata #pada #suatu #hujan #katanya #perempuan #bermata #sendu

bagaimana mau terbang??
sayap sebelah baru tumbuh saja sudah bersiap di tumbangkan.
bagaimana mau terbang??
baru mau terbang saja, sayap sebelah sudah bersiap di patahkan.
bagaimana mau terbang??
kalau sayap saja tak punya sama sekali??
bagaimana mau terbang??
bagaimana?