Mega orange terlihat
jelas menyibak masa menjadi sore dengan terpungguk-pungguk menenggelamkan
mentari yang hampir seharian menerangi fatamorgana di bumi..
Dengan seksama dan
tanpa harap-harap berlebihan, ku nikmati moment-moment seperti ini. Tak ku mengerti... aku merasa bahwa senja ini adalah senja kerinduan.. kerinduan pada sosok yang mengenalkanku pada keharuman senja..
senja dengan lantunan-lantunan kalamullah.. menyimpan sejuta makna d balik keindahan warna senja kini.
senja dengan lantunan-lantunan kalamullah.. menyimpan sejuta makna d balik keindahan warna senja kini.
---
Terlalu capat
dentuman detik berbaris maju. Warna senja akan habis jua. Harap-harap aku ingin
memperlambat segalanya yang akan memisahkanku pada senja di depan kejadianku.
kejadianku yang masih dalam posisi bersimpuh pada awang-awang bumi.
aku masih terpaku dan memaku-kan diriku di tempat dimana aku dapat
melihat senja dengan jelas. Ada satu bujukan untukku meninggalkan segalanya
yang aku lihat. yaitu waktu. semakin ia berjalan maju, pandanganku terhadap pesona senja mulai pudar.
Angan memaksaku untuk meminta mereka untuk menghentikan perjalanan mereka. tapi. aahhh itu tidak mungkin. tetap saja... Aku tak ingin beranjak. menit dan detik tetak berkejar-kejaran. aah berapa kali aku harus bilang bahwa aku tak ingin pesona senja kali ini berlalu dengan cepat. Mereka harus tahu bahwa aku tak ingin meninggalkan senja saat ini. Aku ingin meraka tahu bahwa aku tak ingin pergi dari tempat dimana aku dapat melihat senja sekarang. Aku ingin mereka mengerti. #astaghfirullahal'adzim..
Angan memaksaku untuk meminta mereka untuk menghentikan perjalanan mereka. tapi. aahhh itu tidak mungkin. tetap saja... Aku tak ingin beranjak. menit dan detik tetak berkejar-kejaran. aah berapa kali aku harus bilang bahwa aku tak ingin pesona senja kali ini berlalu dengan cepat. Mereka harus tahu bahwa aku tak ingin meninggalkan senja saat ini. Aku ingin meraka tahu bahwa aku tak ingin pergi dari tempat dimana aku dapat melihat senja sekarang. Aku ingin mereka mengerti. #astaghfirullahal'adzim..
---
Sosok itu lagi. Dia
muncul dalamremang-remang khayalanku. Sosok yang mengenalkanku pada ambang
senja yang menyingsing pada paras hati yang semula adalah kelam. Aku ingat.. Ia
membuncah kegalauanku yang seakan-akan terus mengakar pada ruhku yang rapuh(red:
dahulu).
Namun… perkenalanku
pada nuansa senja, kini telah hampir mengakar pada relung kesedihan. Karena
keindahan senja itu..
Aaahhh,.. Sudahlah,
mereka begitu memukau pada ketegaran dalam hatiku sendiri yang penuh dengan
lubang-lubang kecanggungan dengan pikatan erat.. Atau dalam dinginnya kenistaan
yang membatu. Bahkan.. Dari gelapnya lubang hati yang terjal dan dalam.
---
Aku dapat merasakan... aku merasakan adanya cahaya yang membopong hati itu pada setungging cahaya yang gemilang.
---
Aku dapat merasakan... aku merasakan adanya cahaya yang membopong hati itu pada setungging cahaya yang gemilang.
Aku merasakan
sesuatu yang berbeda. Aku merasakan hangat diantara hawa dingin yang mencekam.
Aku dapat mencium semerbak suasana senja ini atas kasih yang terlempar di
antara bunga-bunga senja yang tersenyum merekah terhadapku. Seperti pikulan
rindu yang menekan pada punggung keraguan..
Aku merindukannya..
Aku tak ingin pergi meninggalkan senja yang walaupun telah habis dalam hitungan
detik. Aku hanya ingin mereka mengerti bahwa aku ingin menikmati senja dengan
menyampaikan bait-bait rindu yang ku titipkan pada Sang Pemberi rindu.
***
Tak
pernah terlintas pada akalku yang bekerja pada satu khayalan untuk segera
bangkit pada keterpurukan(kemarin). Kini… Entahlah.. Aku ingin segera beranjak
menemukan cahaya indah dari celah senja yang merampas kepahitan hidup ini..
Kegetiran
pilihan yang dahulunya adalah raja dari jiwaku.. Aku yaqin.. Kini telah berubah dengan keyaqinan untuk
mengdekati cahaya itu. Subhanallah.. Aku
tersadar. Ternyata aku tertiup oleh kesejukan kalamNya di senja penuh warna.. hingga aku lupa terhadap kebutaanku akan hal yang meragukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar