Kamis, 21 Maret 2013

Pelabuhan Hati


Lembayung senja di pelupuk mata penuh maknaa... terhempas oleh semilir angin menyibak manja. Bahasa istana langit terdengar merayu jiwa yang berhati putih untuk segera menemui Rabbnya. Nafas lega terembuskan dari hati yang semula terpompa riuh kebisingan menyakitkan.

Ahh.. Sejenak aku mengingat sosok baru menjemput kejadianku waktu lalu stelah kekacauan meraut-raut sebongkah hati yang rapuh.
Terasakan desiran hati ketika ingatan tertuju pada satu titik yaitu dia, jasad ini mulai terdorong lagi untuk mendekat kepada Sang Pemilik Cinta.. Membingungkan. Ya. Memang!

Awal mengenalnya.. Aku benar-benar merasakan akan jantung yang bedegup lebih kencang dari pada yang lalu-lau. Sekencang meteor yang meluncur ke atmosfer hingga terdampar ke permukaan bumi.

Misterius. Sosok baru itu memaksaku untuk mengingatnya juga mengingat Sang Pemberi Ingatan; Dari tutur katanya.. Dari lekuk bahasa isyaratnya melalui tingkah polahnya. Juga dari suaranya yang aku dengar dari sebrang.




Siapakah dia?' kata hatiku. 'Aku tak tahu' jawabku dengan ragu. Bagaimana mungkin? Hah… aku tak mengerti. Aku belum larut dalam pemahaman tentangnya.  Hanya membungkam menikmati rasa bergejolak aneh.

Entahlah apa makna dari ini semua. Dapatkah aku menjawabnya seorang diri dari pertanyaan hatiku sendiri? Adakah yang dapat mengartikan pertanyaan hatiku? hahaha Aku gila.. Itu tak mungkin.

Aku mencoba untuk berdialog dengan hati dan pikiranku sendiri. aku juga mencoba untuk memahaminya dari pertanyaan-pertanyaan hatiku. Tapi, tak jua tertemukan apa makna dari semua. Inginku nyatakan perasaan ini pada malaikat yang selalu saja mengawasiku dan bertanya; 'apa ini maknanya?' aku yakin, itu tak akan mungkin mereka jawab.

Makin bodohlah diri.. jika aku katakan pada hatiku sendiri bahwa 'ini namanya cinta' tanpa bukti secara nyata. Tapi kenapa niat memaksa untuk ku katakan bahwa 'ini adalah cinta'. Semakin ke sana, semakin aku ingin katakan pada hatiku sekarang juga.

Tapi…  aku takut jika aku tertahan oleh pertanyaan hatiku sendiri setelah aku menjawab pertnyaannya. Aku semakin tak yaqin dengan keberadaan ini. Aku takut nantinya semua akan menjadi nestapa yang berkelanjutan.

Duh.. Allah.. Apa aku memang jatuh cinta? Duh Allah.. Ini hatiMu yang Engkau pinjamkan untukku. Kumohon jawablah sebagian dari pertanyaanku. Aku takut terjerat nafsu ketika aku tak dapat mengartikannya. Duh Allah.. Aku butuh Engkau menjawabnya.. Aku takut hati ini terdapat bintik-bintik noda hitam..

Salatiga, 2011

1 komentar: