Selamat
malam, ahad.. ^_^
Semoga
dzikir masih senantiasa terukir indah dalam lamunan dan kerumunan harimu hingga
saat ini.. Aamiin:)
Hai
malam tak berbintang..
Aku
tahu kau sedang jenuh dengan hidup ini. Dengan keberadaanmu tanpa seorang yang
menyapamu. Bahkan memperhatikanmu. Sama halnya dengan aku. Tak sama sekali
orang yang selalu ku nanti memperhatikanku, bedanya dia tak jua menantiku.
Aku
datang kepadanya tanpa kemauannya. Aku datang tanpa keinginannya. Aku datang
dengan sendirinya. Tanpa di panggil. Bahkan tanpa di nanti-nanti.
Kau
tahu, malam? Sebenarnya sangat sedih jika mengetahui itu..
Dia
menyapa mereka dengan ramah. Dengan sanjungan. Dengan kata-kata yang indah.
Tapi aku?? Hah.. Jangankan sebait puisi yang di persembahkan untuk aku. Ucapan
"Assalamu'alaikum" aja enggk. :")
heyy.. mungkin kau memaksaku untuk membuka topengku aja. Sebuah tangisan. Ah… malam.. Tak mungkin aku buka topengku di sela-sela aku belajar kuat menghadapi pahitnya perjalanan hidup sekarang.. Aku tak butuh membuka topeng, tapi aku hanya membutuhkan Allah..
Aku
membutuhkan Allah untuk mencairkan hatiku yang beku karena KEINGINAN NAFSU.
Kau tahu itu, duh malam.. Mengertikah saat ini aku hampir saja tertelan oleh
masalah yang mengapitku itu.. Tapi karena kata "Bersyukurlah..
Bersabarlah.. Maka Allah akan memudahkan" aku tak berani melanjutkan apa
kata nafsuku untuk jatuh kedalam kesesatan yang begitu dalam.
Barusan
aku baca timeline gni "Saat kita ingin sukses, kita diberi gagal; Saat
kita ingin bahagia, kita diberi sedih; agar kita bisa menghargai sukses dan
bahagia."
Alangkah
baiknya aku cukupkan kesedihanku untuk mencapai kebahagiaan yang benar-benar
bahagia.
Sebenarnya..
Aku tahu jika bahagiaku adalah datang dari diriku. Bukan dia. :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar