Selasa, 19 Maret 2013

Aku Hanya Butuh Allah

Selamat malam, ahad.. ^_^
Semoga dzikir masih senantiasa terukir indah dalam lamunan dan kerumunan harimu hingga saat ini.. Aamiin:)

Hai malam tak berbintang..
Aku tahu kau sedang jenuh dengan hidup ini. Dengan keberadaanmu tanpa seorang yang menyapamu. Bahkan memperhatikanmu. Sama halnya dengan aku. Tak sama sekali orang yang selalu ku nanti memperhatikanku, bedanya dia tak jua menantiku.

Aku datang kepadanya tanpa kemauannya. Aku datang tanpa keinginannya. Aku datang dengan sendirinya. Tanpa di panggil. Bahkan tanpa di nanti-nanti.
Kau tahu, malam? Sebenarnya sangat sedih jika mengetahui itu..

Dia menyapa mereka dengan ramah. Dengan sanjungan. Dengan kata-kata yang indah. Tapi aku?? Hah.. Jangankan sebait puisi yang di persembahkan untuk aku. Ucapan "Assalamu'alaikum" aja enggk. :")





heyy.. mungkin kau memaksaku untuk membuka topengku aja. Sebuah tangisan. Ah… malam.. Tak mungkin aku buka topengku di sela-sela aku belajar kuat menghadapi pahitnya perjalanan hidup sekarang.. Aku tak butuh membuka topeng, tapi aku hanya membutuhkan Allah..

Aku membutuhkan Allah untuk mencairkan hatiku yang beku karena KEINGINAN NAFSU. Kau tahu itu, duh malam.. Mengertikah saat ini aku hampir saja tertelan oleh masalah yang mengapitku itu.. Tapi karena kata "Bersyukurlah.. Bersabarlah.. Maka Allah akan memudahkan" aku tak berani melanjutkan apa kata nafsuku untuk jatuh kedalam kesesatan yang begitu dalam.

Barusan aku baca timeline gni "Saat kita ingin sukses, kita diberi gagal; Saat kita ingin bahagia, kita diberi sedih; agar kita bisa menghargai sukses dan bahagia."
Alangkah baiknya aku cukupkan kesedihanku untuk mencapai kebahagiaan yang benar-benar bahagia.

Sebenarnya.. Aku tahu jika bahagiaku adalah datang dari diriku. Bukan dia. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar