
Bismillah-hirrahmanir-rahim..
Aku dengar gemircik air hujan turun di tanah yang gersang. Aku
yaqin, Mereka, prajurit langit yang turun bukan sedang membuka topeng kehidupan
melainkan mereka sedang menurunkan rahmat dari Allah.
Tik.. Tik.. Tik.. Suara
yang nyaring dan merdu menggugah para ruh yang mati agar ikut bersenandung
dengannya.. Mereka meminta penduduk bumi untuk bersuka ria bersamanya.
Mereka memberikan ketegasan kepada khalifah fil ardh bahwa
recik-recik air hujan yang turun merupakan dzikir-dzikir cinta sang langit dan
bumi kepada Rabbnya. Dan suara petir yang menyambar-nyambar itu merupakan
sebuah bacaan syahadat mereka. Dan aku percaya akan hal itu, mereka membawa
keberkahan bagi khalifah fil ardh.
Namun sayang.. Di balik semua itu, mereka tertentang oleh para
khalifah yang tak mengenal syukur. hingga mereka di katakan bahwa mereka adalah
'PEMBAWA SIAL'. Karena mereka datang, semua acara yang telah para khalifah
susun, kacau balau tak karuan.
Aku semakin heran.. Dari celaan-celaan orang-orang yang tak
mengerti, mereka terus berusaha tanpa henti meyakinkan para khalifah bahwa
'mereka adalah utusan dari Allah untuk menyampaikan keberkah kepada seluruh
penduduk bumi.
Aku tertegun oleh semangat mereka yang tak mengenal letih dalam
'PEMBUKTIAN' kepada orang-orang 'itu'. Gemuruh angin ikut berperan dari
pembuktian dengan terpaan-terpaannya terhadap para khalifah 'nakal'...
oleh: Humaida Fatwati El Muhtasib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar