Ini postingan
tentang niat dan riquest dari pemilik akun anfaridaaa15.blogspot.com XD
Awal pertemuan.
Aku mengenalnya
sejak kelas 7 tsanawiyah. Itu terjadi 3
tahun yang lalu. Dan aku mengenal dekat dia saat aku kelas 10 Aliyah, sekarang.
Sebelumnya.. Aku belum pernah berteman dekat seperti ini jikalau keadaan tidak memaksaku
untuk mendekatinya. *muahahaha*
Aku adalah sosok
yang termasuk kurang pintar bersosialisasi dengan teman-teman yang baru.. Itu
adalah awal aku masuk aliyah. Aku adalah pribadi yang 'susah' berkenalan dan
dekat dengan orang. Dan aku terdampar di kelas yang 1 orang pun aku anggap
tidak aku percayai bahwa mereka itu benar-benar bisa di percayai,
Aku sering menangis
lantaran aku merasa tidak memiliki teman satu pun. Itu pikir ku sihh,.. Hanya
pikiranku saja. tapi sebenarnya.. Subhanallah.. Mereka semua peduli denganku.
1 bulan 2 bulan tak
jua aku memiliki teman dekat yang bisa aku percayai. Satu pun tak ada, padahal
telah termasuk lama aku berada dan bergelut dengan mereka. Huuff… aku kadang
sebel dengan diriku sendiri. karena hal ini.
Pada akhirnya aku
mengamati mereka satu per satu. Dan *srrettt.. Aku dapati si Atiqah Nur Farida
di kehidupanku. Awalnya aku kesel dengan dirinya yang terlihat sok bahagia
padahal aku tahu di balik kebahagiaannya itu tersimpan kegalauan yang menumpuk.
Hmmm.. Aku belum
tahu pasti sihh apa benar dia seperti itu. Tapi aku tertarik oleh presepsiku
tentang dirinya yang terkesan konyol dan memalukan. Hahaha :D
Tahap-tahap
pengenalan
Pada akhirnya aku
putuskan untuk duduk satu bangku dengnnya. Perlahan aku coba menebak siapa
dirinya. Dan pelahan aku coba mengenal dirinya dari gerak-geriknya yang
terkesan aneh.
Hari rabu waktu itu
adalah hari dimana banyak musibah yang datang kepada si Atiqah. Aku sihh
biasa-biasa saja melihat dia terjatuh jatuh begitu. Malah dari situ aku tahu
semangat dia untuk bangkit.
Mata pelajaran olah
raga yang bertemakan dengan: SERBA BOLA. *Aku menyebutnya seperti itu karena
sekeliling lapangan hanya ada bola. Awalnya aku
mengikuti olahraganya anak putra, yaitu volly. Aku mengajak Atiqah untuk ikut
bermain bersama mereka. Dan akhirnya dia mau.
Setelah sedikit lama, aku menyudahi permainan itu dan menyisih ke sebelah tiang pembatas lapangan A dan lapangan B. menyebalkan dan anehh sekali. Atiqah mengikuti aku. Dia seperti ekorku saja hahaha pikiirku saat itu.
Setelah sedikit lama, aku menyudahi permainan itu dan menyisih ke sebelah tiang pembatas lapangan A dan lapangan B. menyebalkan dan anehh sekali. Atiqah mengikuti aku. Dia seperti ekorku saja hahaha pikiirku saat itu.
Wwwiiinnggg…
bllaaakkkk.. Sebuah bola volly mengenai seluruh muka Atiqah. Aku bimbang dan
sedikit ingin tertawa melihat bola yang temangsang
ke wajah Atiqah.. Tapi pada saat itu juga, aku sadar bahwa dia pasti kesakitan
karena mukanya terkena bola.
"Tiq.. Plisss..
Jangan nangis ya? Jangan nangis.. Udah gapapa." hiburku kepada Atiqah yang
masih terus menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"huhuhuhuhu"
tangis Atiqah yang kemudian mulai pecah.
"Yaaahh.. Tiq.. Jangan nangis dong.. Pliss… ke UKS aja yukk"
Akhirnya Atiqah mau ke UKS setelah aku dan salah satu teman kami yang bernama Nina mengajak Atiqah ke UKS.
Bel istirahat
berbunyi.. Ibrahim, seorang yang melempar bola ke Atiqah tadi melewati UKS
dengan mimik wajah yang aku baca: dia ada rasa sesal melempar bola ke wajah
Atiqah..
Aku dan Nina yang
masih menemani Atiqah terbaring tidak kaku di kasur UKS. Padahal jam masuk udah
hampir di bunyiin. Aku kesal. Gara-gara Atiqah gak mau sendirian di UKS, aku
jadi gak bisa jajan. Padahal cacing-cacing di perutku sangat membutuhkan aku memakan
sesuatu.
Teeettt.. Teeett..
Tuh kan. Bel masuk telah berbunyi. Dan aku sama Atiqah masih di UKS, Nina sih
udah balik di kelas duluan. Uhh.. Kasihan aku-nya gak bisa jajan, tapi Nina bisa
jajan. Menyebalkan. Untung Atiqah sekarang temanku. Coba musuhku. 'Bakalan aku
lempar bola basket yang lebih keras ketimbang bola volly' kataku dalam hati dengan imajinasiku.
Saati itu aku dan
Atiqah berjalan menuju kelas kami. Aku bilang ke dia kalo besok kita bangkunya
pindah saja biar jauh dari Ibrahim yang kebetulan bangkunya di dekat kami. Tapi
Atiqah tidak mau di ajak pindah. Isshh.. Aku semakin yaqin bahwa Atiqah orang
aneh.. Ahh.. Tapi mungkin aku yang aneh.
***
Aku dan Atiqah
mendapatkan bangku paling belakang. Saat itu kelas ku ada ulangan kimia. Dan
dia adalah seorang yang gila mencontek jawaban-jawaban kimiaku. Tapi sebenarnya
aku juga kadang sering menyontek jawaban darinya.
Di depan kami adalah
bangku Ibrahim dan Miftah. Aku benci dengan kedua orang berbadan tidak bisa tegap dan tinggi itu. Selain
anaknya yang sok asyik, mereka juga sok pintar padahal mereka sering banget
mohon-mohon jawabanku dan Atiqah.
"Hum… Nyontek
dong." kata Ibrahim dengan wajah memelas yang memang dari dulu wajahnya sudah memelas. Langsung saja aku menutup rapat-rapat lembar jawabanku darinya.
Aku tidak mau Ibrahim dan Miftah menyontek jawabanku.
"Tiq.. Jangan
di kasih tahu loh jawaban kita ke mereka berdua" pintaku kepada Atiqah.
"Tiq.. Nyontek
dong." pinta Ibrahim kepada Atiqah.
"JANGAN di
contekin loh tiq" mohonku dengan Atiqah.
Tanpa aku sangka.
Ternyata Atiqah malah memberikan lembar jawabnya kepada Ibrahim. Aku semakin
berfikir keras bahwa ada yang tidak beres dengan Atiqah.. Uuhh.. Aku sebel..
***
Kedekatanku dengan
Atiqah.
Aku bingung kenapa
tiba-tiba Candra marah dengan Atiqah. Aku bertanya Atiqah kenapa tapi dia tidak
mau menjawabnya. Dan aku coba telusuri sendiri ada apa dengan mereka.
Aku fikir saat itu
mereka marahan karena kehadiranku mewarnai kehidupan Atiqah. Tapi setelah aku
mengetahuinya.. masyaAllah.. Ternyata hanya hal-hal sepele saja. 'hanya karena
Atiqah tidak memberi tahu kepada Candra siapa yang Atiqah sukai sebenarnya.'
"sebenarnya
siapa yang kamu suka, Tiq?" tanyaku suatu ketika.
"Emoh..
Rahasia.." tolak Atiqah. Aku tidak bisa memaksa dirinya untuk memberi tahu
aku. Karena aku tahu bahwa hal itu memang tidak penting untukku.
Tapi karena aku
penasaran, aku terpaksa menggunakan instingku untuk menelusuri siapa sebenarnya
yang Atiqah suka. Dan tidak lama kemudian aku tahu siapa sebenarnya yang ia
suka. Bentuk kebahagiaan ketika aku mengetahui rahasia Atiqah dengan
pengamatanku. Hahahaha :D
Aku semakin tahu
tentang arti dari kebahagiaan Atiqah. Maksudnya senyumnya dia ketika ia tengah
berada di depan orang yang si Misterius itu suka (aku sebut orang yang Atiqah
suka sebagai si Misterius yang sebenarnya tidak misterius)
Merupakan sebuah
topeng. Atiqah memakai topeng. Dan aku tahu topeng Atiqah itu seperti apa:
pura-pura tertawa. Kadang aku merasa kasihan dengannya karena cintanya bertepuk
sebelah tangan.

Teramat sangat
kasihannya lagi, dia hanya bisa menyampaikan apa isi hatinya kepada
tulisan-tulisan yang ia post di blog miliknya. Aku bosan saat membaca postingan
dia. 80% hanya curhatan-curhatan galaunya dia. (padahal aku sendiri sering juga
nge-post yang galau2 -___-)
sementara kisahku dan si Atiqah bersambung sampai disini dulu. kalo Ana di beri umur panjang dan akal yang utuh.. insyaAllah ana lanjut lagi :")
Intinya… Aku
bersyukur di pertemukan dengan dia. aku juga bangga dengan dia karena topengnya yang
kurang lebih sedikit jelek dari pada punyaku yang bagus.
oleh: Humaida Fatwati El Muhtasib

HAHAHA KASIAN ATIQAH :D lucu lucu lucu, :) haha sabar tiq.... Cabal...
BalasHapussebenarnya itu masih ada terusannya.. tapi kayaknya part 2 muncul kamu dehh masyaAllah :D
BalasHapus