Kamis, 11 April 2013

Ukhuwah Lucu dan Menggemaskan

Bismillahir-rahmanir-rahim..
Ini postingan tentang niat dan riquest dari pemilik akun anfaridaaa15.blogspot.com XD

Awal pertemuan.

Aku mengenalnya sejak kelas 7  tsanawiyah. Itu terjadi 3 tahun yang lalu. Dan aku mengenal dekat dia saat aku kelas 10 Aliyah, sekarang. Sebelumnya.. Aku belum pernah berteman dekat seperti ini jikalau keadaan tidak memaksaku untuk mendekatinya. *muahahaha*

Aku adalah sosok yang termasuk kurang pintar bersosialisasi dengan teman-teman yang baru.. Itu adalah awal aku masuk aliyah. Aku adalah pribadi yang 'susah' berkenalan dan dekat dengan orang. Dan aku terdampar di kelas yang 1 orang pun aku anggap tidak aku percayai bahwa mereka itu benar-benar bisa di percayai,

Aku sering menangis lantaran aku merasa tidak memiliki teman satu pun. Itu pikir ku sihh,.. Hanya pikiranku saja. tapi sebenarnya.. Subhanallah.. Mereka semua peduli denganku.


1 bulan 2 bulan tak jua aku memiliki teman dekat yang bisa aku percayai. Satu pun tak ada, padahal telah termasuk lama aku berada dan bergelut dengan mereka. Huuff… aku kadang sebel dengan diriku sendiri. karena hal ini.

Pada akhirnya aku mengamati mereka satu per satu. Dan *srrettt.. Aku dapati si Atiqah Nur Farida di kehidupanku. Awalnya aku kesel dengan dirinya yang terlihat sok bahagia padahal aku tahu di balik kebahagiaannya itu tersimpan kegalauan yang menumpuk.

Hmmm.. Aku belum tahu pasti sihh apa benar dia seperti itu. Tapi aku tertarik oleh presepsiku tentang dirinya yang terkesan konyol dan memalukan. Hahaha :D

Tahap-tahap pengenalan

Pada akhirnya aku putuskan untuk duduk satu bangku dengnnya. Perlahan aku coba menebak siapa dirinya. Dan pelahan aku coba mengenal dirinya dari gerak-geriknya yang terkesan aneh.

Hari rabu waktu itu adalah hari dimana banyak musibah yang datang kepada si Atiqah. Aku sihh biasa-biasa saja melihat dia terjatuh jatuh begitu. Malah dari situ aku tahu semangat dia untuk bangkit.

Mata pelajaran olah raga yang bertemakan dengan: SERBA BOLA. *Aku menyebutnya seperti itu karena sekeliling lapangan hanya ada bola. Awalnya aku mengikuti olahraganya anak putra, yaitu volly. Aku mengajak Atiqah untuk ikut bermain bersama mereka. Dan akhirnya dia mau.

Setelah sedikit lama, aku menyudahi permainan itu dan menyisih ke sebelah tiang pembatas lapangan A dan lapangan B. menyebalkan dan anehh sekali. Atiqah mengikuti aku. Dia seperti ekorku saja hahaha pikiirku saat itu.

Wwwiiinnggg… bllaaakkkk.. Sebuah bola volly mengenai seluruh muka Atiqah. Aku bimbang dan sedikit ingin tertawa melihat bola yang temangsang ke wajah Atiqah.. Tapi pada saat itu juga, aku sadar bahwa dia pasti kesakitan karena mukanya terkena bola.

"Tiq.. Plisss.. Jangan nangis ya? Jangan nangis.. Udah gapapa." hiburku kepada Atiqah yang masih terus menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"huhuhuhuhu" tangis Atiqah yang kemudian mulai pecah.

"Yaaahh.. Tiq.. Jangan nangis dong.. Pliss… ke UKS aja yukk"

Akhirnya Atiqah mau ke UKS setelah aku dan salah satu teman kami yang bernama Nina mengajak Atiqah ke UKS.

Bel istirahat berbunyi.. Ibrahim, seorang yang melempar bola ke Atiqah tadi melewati UKS dengan mimik wajah yang aku baca: dia ada rasa sesal melempar bola ke wajah Atiqah..

Aku dan Nina yang masih menemani Atiqah terbaring tidak kaku di kasur UKS. Padahal jam masuk udah hampir di bunyiin. Aku kesal. Gara-gara Atiqah gak mau sendirian di UKS, aku jadi gak bisa jajan. Padahal cacing-cacing di perutku sangat membutuhkan aku memakan sesuatu.

Teeettt.. Teeett.. Tuh kan. Bel masuk telah berbunyi. Dan aku sama Atiqah masih di UKS, Nina sih udah balik di kelas duluan. Uhh.. Kasihan aku-nya gak bisa jajan, tapi Nina bisa jajan. Menyebalkan. Untung Atiqah sekarang temanku. Coba musuhku. 'Bakalan aku lempar bola basket yang lebih keras ketimbang bola volly' kataku dalam hati dengan imajinasiku.

Saati itu aku dan Atiqah berjalan menuju kelas kami. Aku bilang ke dia kalo besok kita bangkunya pindah saja biar jauh dari Ibrahim yang kebetulan bangkunya di dekat kami. Tapi Atiqah tidak mau di ajak pindah. Isshh.. Aku semakin yaqin bahwa Atiqah orang aneh.. Ahh.. Tapi mungkin aku yang aneh.

***

Aku dan Atiqah mendapatkan bangku paling belakang. Saat itu kelas ku ada ulangan kimia. Dan dia adalah seorang yang gila mencontek jawaban-jawaban kimiaku. Tapi sebenarnya aku juga kadang sering menyontek jawaban darinya.

Di depan kami adalah bangku Ibrahim dan Miftah. Aku benci dengan kedua orang berbadan tidak bisa tegap dan tinggi itu. Selain anaknya yang sok asyik, mereka juga sok pintar padahal mereka sering banget mohon-mohon jawabanku dan Atiqah.

"Hum… Nyontek dong." kata Ibrahim dengan wajah memelas yang memang dari dulu wajahnya sudah memelas. Langsung saja aku menutup rapat-rapat lembar jawabanku darinya. Aku tidak mau Ibrahim dan Miftah menyontek jawabanku.

"Tiq.. Jangan di kasih tahu loh jawaban kita ke mereka berdua" pintaku kepada Atiqah.

"Tiq.. Nyontek dong." pinta Ibrahim kepada Atiqah.

"JANGAN di contekin loh tiq" mohonku dengan Atiqah.

Tanpa aku sangka. Ternyata Atiqah malah memberikan lembar jawabnya kepada Ibrahim. Aku semakin berfikir keras bahwa ada yang tidak beres dengan Atiqah.. Uuhh.. Aku sebel..

***
Kedekatanku dengan Atiqah.

Aku bingung kenapa tiba-tiba Candra marah dengan Atiqah. Aku bertanya Atiqah kenapa tapi dia tidak mau menjawabnya. Dan aku coba telusuri sendiri ada apa dengan mereka.

Aku fikir saat itu mereka marahan karena kehadiranku mewarnai kehidupan Atiqah. Tapi setelah aku mengetahuinya.. masyaAllah.. Ternyata hanya hal-hal sepele saja. 'hanya karena Atiqah tidak memberi tahu kepada Candra siapa yang Atiqah sukai sebenarnya.'

"sebenarnya siapa yang kamu suka, Tiq?" tanyaku suatu ketika.
"Emoh.. Rahasia.." tolak Atiqah. Aku tidak bisa memaksa dirinya untuk memberi tahu aku. Karena aku tahu bahwa hal itu memang tidak penting untukku.

Tapi karena aku penasaran, aku terpaksa menggunakan instingku untuk menelusuri siapa sebenarnya yang Atiqah suka. Dan tidak lama kemudian aku tahu siapa sebenarnya yang ia suka. Bentuk kebahagiaan ketika aku mengetahui rahasia Atiqah dengan pengamatanku. Hahahaha :D

Aku semakin tahu tentang arti dari kebahagiaan Atiqah. Maksudnya senyumnya dia ketika ia tengah berada di depan orang yang si Misterius itu suka (aku sebut orang yang Atiqah suka sebagai si Misterius yang sebenarnya tidak misterius)

Merupakan sebuah topeng. Atiqah memakai topeng. Dan aku tahu topeng Atiqah itu seperti apa: pura-pura tertawa. Kadang aku merasa kasihan dengannya karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Teramat sangat kasihannya lagi, dia hanya bisa menyampaikan apa isi hatinya kepada tulisan-tulisan yang ia post di blog miliknya. Aku bosan saat membaca postingan dia. 80% hanya curhatan-curhatan galaunya dia. (padahal aku sendiri sering juga nge-post yang galau2 -___-)


sementara kisahku dan si Atiqah bersambung sampai disini dulu. kalo Ana di beri umur panjang dan akal yang utuh.. insyaAllah ana lanjut lagi :")
Intinya… Aku bersyukur di pertemukan dengan dia. aku juga bangga dengan dia karena topengnya yang kurang lebih sedikit jelek dari pada punyaku yang bagus.

oleh: Humaida Fatwati El Muhtasib

2 komentar:

  1. HAHAHA KASIAN ATIQAH :D lucu lucu lucu, :) haha sabar tiq.... Cabal...

    BalasHapus
  2. sebenarnya itu masih ada terusannya.. tapi kayaknya part 2 muncul kamu dehh masyaAllah :D

    BalasHapus