"….kalau engkau
dicintai orang dan mencintai, senanglah hatimu! Tandanya hidupmu telah
berharga, tandanya engkau telah masuk daftar anak bumi yang terpilih. Tuhan
telah memperlihatkan belas kasihanNya kepadamu lantaran pengaduan hati sesama
makhluk. Dua jiwa di sebrang masyrik dan
maghrib telah terkungkung dibawa satu perasaan di dalam lindungan Tuhan…."
(Al Anisah Mai)
Kata itu. Kalimat
itu. Benarlah. Ia yang membuat aku dilema oleh permasalahan yang terpampang
jelas pada pelupuk mataku. 'engkau dicintai orang dan mencintai'. Kata itu.
Serasa aku tengah berada dalam ambang pintu yang nyata.
Masih terputar 2
ungkapan dari 2 orang yang berbeda..
"ukhty.. Aku
mencintaimu dari hati, bukan dari nafsu"
Hati yang menjawab
dan lisan tetap membisu. Pikiran mulai mengelabuhi. Sangat di pertanyakan.
Apa-apa yang dari hati akan sulit terungkapkan. Tapi mengapa begitu mudah ia
mengungkapkan?? Ini sangat membingungkan. Bukan lagi membingungkan. Tapi
meresahkan.
"I love you
because Allah"
Ahh.. Benarkah??
Benarkah karena Allah. Karena Allah kenapa kau sebutkan dan kau ungkapkan
padaku? Ada waktunya ketika kau benar-benar mencintaiku karenaNya.
"kau wanita
paling mengerti untukku"
Apa benar jika itu
berasal dari hatimu? Bagaimana dengan ibumu? Yang melahirkanmu? Yang mendidikmu
sewaktu kau masih kecil? Bagaimana dengan saudara-saudara perempuanmu? Apa dia
tak mengertikanmu? Padahal dia rela cintanya dari ibumu terbagi oleh kehadiaran
sosok dirimu.
Apa benar itu
merupakan suatu keberuntungan? Apa benar, tandanya aku sangat berharga?
Bukankah itu belum termasuk dalam ungkapan hati nurani? Atas dasar apa ia
berani mengungkapkan hal itu?? Duhai Allah..
***
"sesungguhnya..
Ana suka pada anti"
Suka?? Ah.. Itu
masih biasa. Aku juga meyukaimu, dan juga saudara-saudaraku. Tapi jangan kau
tunjukkan aura yang berlebihan kepadaku karena rasa suka. :)
"...Aku yang
akan menjadikanmu bidadari…."
Aahh.. Apa lagi kata
itu? Sebuah ungkapan dari hati? Iya? Bukankah jika dari hati cukup di ukir
dalam do'a dan pasrahkan semua pada Allah hingga tiba saatnya kau memetik
ketentuanNya. Itu pun jika Allah meridhainya.
***
Keduanya memiliki
persamaan yang mudah di tebak. Kerena dunia.
Begitu mudah dalam
mengungkapkan perasaan tanpa pikir panjang apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ketika aku terlepas
cabang dari A, dan mencoba untuk berhijrah menyerahkan semua hati ini pada yang
maha pemberi hati.. Begitu cepat cabang A yang lain muncul dengan membawa
penghalang hijrahku kepadaNya.
Aku mulai gelisah.
Sungguh. Apa yang membuat mereka sebegitunya terhadapku. Ketika hendak aku
menyudahi kesesatan cinta pada dunia fana ini. Padahal aku ingin yang haqiqi
dan suci.
"pertaubatanku, hati ini haruslah kokohkan niat
untuk bertaubat"
Pernyataanku saat
aku ingin menyudahi bahwa semua ini telah menyadarkanku jikalau aku salah. Benar.
Aku salah. Aku pencuri. Aku pencuri iman mereka. Bukan lagi pencuri. Aku ini
perampok.
Andai dulu aku tak
membalas sapaan dari kedua cabang dari A itu, aku yaqin semua ini tak akan
terjadi.
Aku semakin takut
iman dan taqwa mereka yang runtuh karena serbuan balasan sapaanku terhadapnya.
Ini salahku. Dan aku harus memilih antara yang benar dan yang meragukan. Apakah
A harus aku hentikan, ataukah B yang harus aku lakoni.
Aku pemeran yang
hebat. Berani melawan terhadap ketentuan syariat. Berani merampok iman dan taqwa kedua
insan itu..
***
Menetap?? Atau memilih untuk berhijrah??
Kini…. Hmm.. Uhh…
entahlah.
Yang terjadi
sekarang ini mungkin hanya kebimbangan atau pun keraguan dalam memilih. antara
A dan B memiliki senyawa sama(senyawa jalan cinta). namun berwarna berbeda.
tapi bagaimana dengan elektron2nya?? entahlah, aku tak mengerti. semakin d
telusuri untuk mencari kebenarannya, elektron itu mulai berreaksi membentuk
suatu kesatuan yang membingungkan dan rumit. sulit. iya. akan teramat sulit
jika untuk mengambil apa kesimpulan dari seluruhnya.
*terlalu lama untuk
memberikan pernyataan dari keseluruhannya, malah terlaru larut pada kebingung
dalam mengambil keputusan. wallahu'alam
Oleh: Humaida Fatwati El Muhtasib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar