Mimpi seorang anak
Pagi tadi...
seorang gadis kecil merangkai gerimis
sisa tangis kemarin malam.
Tangan kanannya, tergenggam payung raksasa berwarna kelabu.
Sedang tangan kirinya, mengibas paksa senyum merata oleh miris sendu.
Rintihnya.... "pak... saya mau terbang. Tolong izinkan saya keluar dari sangkar! Saya mau terbang tuk memetik bintang2 yang masih menggantung di langit-langit."
Lalu pada waktu yang lain..
Ada seorang gadis kecil meringkuk kesepian di sela jendela kamarnya.
Sudah terlalu malam untuk meratapi kesedihan2 yg mencekam, seharusnya ia sudah terlelap cantik bersama harapan-harapannya, bukan?
Namun, kali ini, ia malah memilih menanggalkan mimpi2nya pada sela-sela jendela karena sebuah tapi.
Katanya, tak kan ada lagi sebuah pelangi yang hadir setelah gerimis.
Sebab tiap kali gerimis usai, ia hanya duduk terpengkur di dalam sangkarnya.
Ratapnya... "bu... tolong saya, saya hendak melihat pelangi. Izinkan saya keluar dari dalam sangkar dan terbang bersama mimpi2 yang nyaris terlupakan.. Saya, tak akan lupa jalan pulang"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar