Minggu, 24 Februari 2013

Bait-Bait kerinduan

Adakah rindu yang tak tersampaikan?
Namun adakah rindu yang terus trsimpan?
Bagaimana jika rindu tak terbalaskan?
Atau bagaimana jika rindu terus terabaikan.
Mengapa ada rindu yang terus terpendam?
Mengapa juga ada rindu yang tak terlontarkan?
Adakah yang salah d antara sosok perindu? Adakah benar yang merindu tengah menutup rapat2 jika dirinya sedang merindu? Mengapa begitu?
"AKU MERINDUKANMU!!" Pernahkah mengucapkan kata itu bukan hanya d selembar kertas hampa namun juga ucapkan kepada sosok yang d rindu? Pernahkah?
"ya Allah.. Sampaikan rinduku pada(si dia) agar aku menjadi kerinduannya"
wahai sosok perindu.. Pernahkah terfikirkan berdo'a seperti itu? PERNAHKAH??? KENAPA TIDAK KAU COBA, duhai sosok perindu? Kenapa?? Bukankah Allah sebagai Rabb menitipkan rindu&menyampaikan rindu? Pikirkan, yaaaa khumaira! Pikirkan duhai perindu. Tadahkan tanganmu, khumaira. Dan berdo'alah dgn khusyu'..
*arggghhh gaje Meda mah... :D *


Seputar pertanyaan gaje


sekedar kutipan "Bidadari bermata biru? Siapa?
Apakah dia? Atau dirinya?
Ataukah aku?*aku rasa bukan*
dirinya atau dia? Bukanlah aku? :')
jujur. Aku lah yang ingin menjadi "bidadari bermata biru" itu?
Tapi aku bukan bidadari bermata biru yang termaksud.
Dan aku berdo'a agar ~akulah bidadari bermata biru(itu)~.
Cukuplah munajat yang ku manfaatkan.
Cukuplah semua dalam diam. Cukuplah Allah bagiku yang ku percayai memegang&menjaga hatiku. Cukuplah Allah bagiku untuk ungkapkan asa yang tak harapkan. *pie aa kata2nya* TT^TT"

Kuingin cahayaMu

wal 'asri.
Innal insaana lafii khusrin.
Illal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati wa tawaasau bil-haqqi wa tawaasau bissabr.
***
Bagaimana itu orang merugi?? Tolong beri tahu aku?
Siapakah orang merugi? Apakah itu aku? Apakah aku orang merugi?
Kenapa aku? Apakah karna ksalahanku sendiri? (aku rasa iya) TT^TT

adakah orang yang beruntung? Bagaimana orang yang beruntung itu?
Siapakah orang yang beruntung itu? Apakah orang yang beruntung itu adalah kalian?
Jika iya. Tolong bantu aku menjadi orang yang beruntung seperti kalian.
Ajak aku menjadi pribadi yang tak merugi.
Aku lelah menjadi orang yang merugi.

Aku takut jika malaikat pencabut nyawa datang kepadaku secara tiba2.
Kemudian aku d tanya kepada malaikat munkar nakir aku hanya dapat menjawab kemungkaranku saja.
Aku takut jika nanti ketika hari kebangkitan Rasul menangis melihat sedikitnya umat yang mengikutinya.
Aku takut d saat timbangan amal nanti Allah dan Rasulallah kecewa sama aku.
Karna aku tak pandai bersikap menjadi yang lebih baik.

Allah.. Beri aku cahayaMU...

Jumat, 22 Februari 2013

Rapuh!!!!


Aku hidup di tengah-tengah takdir yang menurutku tidak mau berpihak kepadaku. Jika aku kesana, aku akan di tentang, jika aku kesini, aku semakin di tentang, jika aku diam. Mereka semakin dan makin menentang. Oh.. Aku bingung aku harus bagaimana.

Aku diam, namun ada-ada saja hati menuntutku bicara jujur, jika aku jujur, aku semakin jujur, hingga kata-kata menyakitkan pun keluar. Kemudian.. Aku tertentang lagi.

Aaaa ingin aku katakan dan berteriak sekencang-kencangnya bahwa aku bingung dengan kehidupan ini. Tapi pada siapa aku mengungkapkannya?? Pada rumput yang bergoyang?? Arghh.. Ahhh basi!!!

Ataukah memang aku harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku? Atau mungkin aku harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku lagi??? Kemudian aku harus ikuti apa mau mereka yang tak mengertikan diriku ini?

Ah.. Tak akan ada hasil jika aku menuruti apa kata mereka. Ya! Berhasil sih untuk mereka sukses menuntut aku, diriku! Tapi tak berhasil menuntut hati kecilku yang berkata dan berjalan dengan tulus!!

Langkah demi langkah aku lewati dengan penuh kebimbangnan. Mencari sosok pemilik hati 'yang mau mengerti diri orang lain'. Sejam, sehari, sebulan, dan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hasilnya, TAK ADA YANG MUNGKIN AKU

Ukhuwah Fillah-kah ini???


Awalnya aku tidak mengerti apa makna ukhuwah fillah?? Tapi setiap kali ada seorang sahabat berkata 'ukhuwah fillah'. Terasa semua menjadi seperti ada butiran embun di siang hari menyegarkan dahaga di telak gurun dengan surya yang menyengat! Hmm kata-kata berlalu pun aku masih merasakan kesegaran itu, walau mungkin aku tak dapat mengerti apa arti kata bahkan makna itu yang sesungguhnya!
***

Ukhuwah fillah… Ikatan karena Allah????
 Sejak pertama kali kehidupan baru mucul di hadapanku, aku menemukan seorang seperti aku (seorang akhwat) aku sebut dia ukhti. dengannya kita mencoba mengnali satu sama lain. Hari berlalu, kita semakin mengenal, dan mungkin dengan Ridho Allah. InsyaAllah..  Tapi yang namanya roda kehidupan,.. pasti ada-ada saja perubahan.

Awal dari awal adalah ketika kita bertukar pengalaman dan apapun yang kita hadapi saat itu. Kita bahas tentang pesantren yang sebelumnya kita ingin-inginkan namun tak dapat terkabulkan. Kemudian, kita berbagi ilmu tentang agama, saat itu aku ingat tentang kata 'KIAMAT'. YA!!

Selasa, 19 Februari 2013

Kamu siapa?


Kutipan cerpen Khumaira...


Aku diam dalam kebisingan makhluk-makhluk yang bernyanyi ria melepaskan penat dalam jiwa. Aku memilih berlari dari mereka. Aku gunakan waktuku kali ini untuk membangun duha yang hampir mati termakan usia. Aku pisahkan diriku terhadap dunia, dan aku berlari mengejar waktu duha.

Walaupun terus saja sang bidadari kemarin menghalang-halangi diamku dalam waktu sekarang ini. Bahkan bukan hanya sekarang, tapi seterusnya! Yang entah sekarang dimana keberadaannya saat ini, dia selalu saja muncul. Di terik yang membakar dahaga, di hujan yang membekukan nafsu. Atau di lamunan saat malam yang telah merubah waktu duha dengan kilat berubah menjadi bunga tidur.

Ingin sekali aku menemukan bidadari yang sering kali mengganggu diamku dengan berbagai bahasanya. Bertanya SIAPAKAH KAMU DUHAI MAKHLUK ALLAH??? Atau ungkapkan kata AKU HANYA INGIN MENGENALMU SAJA DUHAI MAKHLUK ALLAH.. Tapi kau tak jua muncul dalam kenyataanku. Atau mungkin jika aku tahu keberadaannya, aku hanya akan menodai kesucianya?

Ini mungkin Qada bagi diriku yang hanya cukup mengagumi bidadari berjilbab biru dalam sebuah keheningan malam ketika aku tebangun dalam sepertiga malamku. Tak ingin lebih dari itu jika semua telah menjadi takdir dimana aku harus menjadi pencari dirimu dalam sepertiga malamku. Meski harus menanti dalam menit-menit yang tajam menembus bilik-bilik hatiku.

Bidadari berkrudung biru..
Akan ku temukan dirimu dalam istikharah cintaku atau dalam tahajjud sepertiga malamku, bahkan dalam waktu-waktu duhaku. Dan ingatlah bidadari dalam lamunanku, aku tak akan berhenti melakukan hal seperti ini sebelum aku menemukan kejadianmu secara nyata.

oleh:  Adam