Jumat, 22 Februari 2013

Rapuh!!!!


Aku hidup di tengah-tengah takdir yang menurutku tidak mau berpihak kepadaku. Jika aku kesana, aku akan di tentang, jika aku kesini, aku semakin di tentang, jika aku diam. Mereka semakin dan makin menentang. Oh.. Aku bingung aku harus bagaimana.

Aku diam, namun ada-ada saja hati menuntutku bicara jujur, jika aku jujur, aku semakin jujur, hingga kata-kata menyakitkan pun keluar. Kemudian.. Aku tertentang lagi.

Aaaa ingin aku katakan dan berteriak sekencang-kencangnya bahwa aku bingung dengan kehidupan ini. Tapi pada siapa aku mengungkapkannya?? Pada rumput yang bergoyang?? Arghh.. Ahhh basi!!!

Ataukah memang aku harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku? Atau mungkin aku harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku lagi??? Kemudian aku harus ikuti apa mau mereka yang tak mengertikan diriku ini?

Ah.. Tak akan ada hasil jika aku menuruti apa kata mereka. Ya! Berhasil sih untuk mereka sukses menuntut aku, diriku! Tapi tak berhasil menuntut hati kecilku yang berkata dan berjalan dengan tulus!!

Langkah demi langkah aku lewati dengan penuh kebimbangnan. Mencari sosok pemilik hati 'yang mau mengerti diri orang lain'. Sejam, sehari, sebulan, dan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hasilnya, TAK ADA YANG MUNGKIN AKU
MENEMUKAN SOSOK YANG AKU CARI!!! Mungkin bukan TAK, mungkin BELUM ku temukan.

Tapi bagaimana dengan keadaanku yang sekarang? Apa aku tetap menahan diri dan berdiri seorang diri melewati tornado yang terus meluluh lantahkan alam yang kokoh lebih dari apa kejadianku???

HAAAAAHHHH!! Tak akan mugnkin, bahkan sangat tidak mungkin jika aku harus bertahan. Hmm memang ada 0.5% aku dapat berdiri sendiri, tapi kemungkinan besar terjatuh dan kemudian putus asa akan mengalir deras dalam hidupku.

Hishhh mungkin beginilah aku dan jalan takdirku! Tanpa kebisingan orang-orang yang menumbuhkan kobaran api semangat dalam porsi yang benar-benar nyata. Dan mungkin beginilah detik-detik kerapuhanku. Berpura-pura bahagia di depan mereka. HAHAHA. Padahal..mereka tidak tahu bahwa aku tengah menyebragi lautan dengan KAYU YANG RAPUH.

Benci! Sebel! Kecewaaaa.. benar sekali, aku hanya dapat merasakan itu semua. Dihidupku, tak ada sosok yang mau mengerti!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar