Aku hidup di
tengah-tengah takdir yang menurutku tidak mau berpihak kepadaku. Jika aku
kesana, aku akan di tentang, jika aku kesini, aku semakin di tentang, jika aku
diam. Mereka semakin dan makin menentang. Oh.. Aku bingung aku harus bagaimana.
Aku diam, namun
ada-ada saja hati menuntutku bicara jujur, jika aku jujur, aku semakin jujur,
hingga kata-kata menyakitkan pun keluar. Kemudian.. Aku tertentang lagi.
Aaaa ingin aku
katakan dan berteriak sekencang-kencangnya bahwa aku bingung dengan kehidupan
ini. Tapi pada siapa aku mengungkapkannya?? Pada rumput
yang bergoyang?? Arghh.. Ahhh basi!!!
Ataukah memang aku
harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku? Atau mungkin aku harus
bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku lagi??? Kemudian aku harus
ikuti apa mau mereka yang tak mengertikan diriku ini?
Ah.. Tak akan ada
hasil jika aku menuruti apa kata mereka. Ya! Berhasil
sih untuk mereka sukses menuntut aku, diriku! Tapi tak berhasil menuntut
hati kecilku yang berkata dan berjalan dengan tulus!!
Langkah demi langkah
aku lewati dengan penuh kebimbangnan. Mencari sosok pemilik hati 'yang mau
mengerti diri orang lain'. Sejam, sehari, sebulan, dan berbulan-bulan, bahkan
bertahun-tahun, hasilnya, TAK ADA YANG MUNGKIN AKU
MENEMUKAN SOSOK YANG AKU CARI!!! Mungkin bukan TAK, mungkin BELUM ku temukan.
MENEMUKAN SOSOK YANG AKU CARI!!! Mungkin bukan TAK, mungkin BELUM ku temukan.
Tapi bagaimana dengan
keadaanku yang sekarang? Apa aku tetap menahan diri dan berdiri seorang diri
melewati tornado yang terus meluluh lantahkan alam yang kokoh lebih dari apa
kejadianku???
HAAAAAHHHH!! Tak akan
mugnkin, bahkan sangat tidak mungkin jika aku harus bertahan. Hmm memang ada
0.5% aku dapat berdiri sendiri, tapi kemungkinan besar terjatuh dan kemudian
putus asa akan mengalir deras dalam hidupku.
Hishhh mungkin
beginilah aku dan jalan takdirku! Tanpa kebisingan orang-orang yang menumbuhkan
kobaran api semangat dalam porsi yang benar-benar nyata. Dan mungkin beginilah
detik-detik kerapuhanku. Berpura-pura bahagia di depan mereka. HAHAHA.
Padahal..mereka tidak tahu bahwa aku tengah menyebragi lautan dengan KAYU YANG
RAPUH.
Benci! Sebel!
Kecewaaaa.. benar sekali, aku hanya dapat merasakan itu semua. Dihidupku, tak
ada sosok yang mau mengerti!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar