Kutipan cerpen Khumaira...
Aku diam dalam kebisingan makhluk-makhluk yang bernyanyi ria
melepaskan penat dalam jiwa. Aku memilih berlari dari mereka. Aku gunakan
waktuku kali ini untuk membangun duha yang hampir mati termakan usia. Aku
pisahkan diriku terhadap dunia, dan aku berlari mengejar waktu duha.
Walaupun terus saja sang bidadari kemarin menghalang-halangi
diamku dalam waktu sekarang ini. Bahkan bukan hanya sekarang, tapi seterusnya!
Yang entah sekarang dimana keberadaannya saat ini, dia selalu saja muncul. Di
terik yang membakar dahaga, di hujan yang membekukan nafsu. Atau di lamunan
saat malam yang telah merubah waktu duha dengan kilat berubah menjadi bunga
tidur.
Ingin sekali aku menemukan bidadari yang sering kali
mengganggu diamku dengan berbagai bahasanya. Bertanya SIAPAKAH KAMU DUHAI
MAKHLUK ALLAH??? Atau ungkapkan kata AKU HANYA INGIN MENGENALMU SAJA DUHAI
MAKHLUK ALLAH.. Tapi kau tak jua muncul dalam kenyataanku. Atau mungkin jika
aku tahu keberadaannya, aku hanya akan menodai kesucianya?
Ini mungkin Qada bagi diriku yang hanya cukup mengagumi
bidadari berjilbab biru dalam sebuah keheningan malam ketika aku tebangun dalam
sepertiga malamku. Tak ingin lebih dari itu jika semua telah menjadi takdir
dimana aku harus menjadi pencari dirimu dalam sepertiga malamku. Meski harus
menanti dalam menit-menit yang tajam menembus bilik-bilik hatiku.
Bidadari berkrudung biru..
Akan ku temukan dirimu dalam istikharah cintaku atau dalam
tahajjud sepertiga malamku, bahkan dalam waktu-waktu duhaku. Dan ingatlah
bidadari dalam lamunanku, aku tak akan berhenti melakukan hal seperti ini
sebelum aku menemukan kejadianmu secara nyata.
oleh: Adam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar