kisah ini masih berlanjut.
Kembali aku dan dia (An) perdebatkan lagi masalah yang sempat telah
'hampir' aku lupakan. Ya! Meskipun aku belum bisa sepenuhnya mampu untuk
melupakan.
Rabu malam.. Jatahnya memang saat ini aku pergunakan untuk
melanjutkan tugas proposal yang belum kelar-kelar. Namun, entahlah bayangnya
kembali lagi muncul dalam benakku. Tanpa sadar ketika aku tengah membuka akun
twitter, ada kicauan dari sahabatku itu. Aku tak tahu, apakah dia hanya iseng
atau memberiku wejangan untuk segera bangkit menghilangkan bayangnya d benakku.
Katanya:
Kenapa milih bersedih meratapi masa lalu kalau bisa
bahagia dengan lembaran baru?--- @bukanadelia | kenapa, Med?
Aku mencoba untuk
mencerna apa yang dia katakan. Mencoba untuk mencari cari alasan kenapa aku
bertahan dengan keadaanku saat ini. Beberapa saat kemudian aku membalas
pertanyaannya.
"Sebenarnya.. aku hanya cari waktu untuk membuka
lembaran baru." asalku.
