kisah ini masih berlanjut.
Kembali aku dan dia (An) perdebatkan lagi masalah yang sempat telah
'hampir' aku lupakan. Ya! Meskipun aku belum bisa sepenuhnya mampu untuk
melupakan.
Rabu malam.. Jatahnya memang saat ini aku pergunakan untuk
melanjutkan tugas proposal yang belum kelar-kelar. Namun, entahlah bayangnya
kembali lagi muncul dalam benakku. Tanpa sadar ketika aku tengah membuka akun
twitter, ada kicauan dari sahabatku itu. Aku tak tahu, apakah dia hanya iseng
atau memberiku wejangan untuk segera bangkit menghilangkan bayangnya d benakku.
Katanya:
Kenapa milih bersedih meratapi masa lalu kalau bisa
bahagia dengan lembaran baru?--- @bukanadelia | kenapa, Med?
Aku mencoba untuk
mencerna apa yang dia katakan. Mencoba untuk mencari cari alasan kenapa aku
bertahan dengan keadaanku saat ini. Beberapa saat kemudian aku membalas
pertanyaannya.
"Sebenarnya.. aku hanya cari waktu untuk membuka
lembaran baru." asalku.
"Jadi,
kapan dong?" tanyanya kembali.
"Simple kok. karena aku bahagia saat itu! ya.. saat
itu." gertakku sangat kebingungan. saat ini aku hanya berfikir bahwa aku bahagia pada 'saat itu'
"Saat itu? :O"
kejutnya tiba-tiba
"Ya.. meskipun saat itu
aku sering terluka dan memilih 'memaafkan'. " aku mencoba mengingat-ingat kejadian 'saat itu'. saat dimana penuh keluh derita karena dusta dan bahagia karena dusta pula.
"Mengikhlaskan :).
" pintanya kepadaku
"Aku tdk tahu apa yg akn
trjadi setelah ikhlas." sanggahku
dengan tidak ada keyakinan
"Rela :)" Bujuknya
lagi
"Apa mungkin aku bisa
setelah kejadian itu merobek2 perasaanku??" aku bertanya dengan memelas
"Karena harapan masih selalu ada." yaqinnya
"Aku hampir lupa akan hal itu. ajarkan kepadaku. karena aku kerap
lalai." aku semakin memohon
kepada dia untuk hal ini.
"Kau hanya perlu
mencarinya, menjemputnya. harapanmu. harapanmu untuk memeluk bahagia!"
dahiku mengernyit pertanda aku tak mengerti apa yang ia maksud 'cari dan jemput' harapan itu... "Izinkan aku menjemputnya." jawabku yang mulai mengerti akan maksudnya
aku tersenyum. dan kami pun
tersenyum. Senyum yang awalnya sulit untuk d temukan kala duka itu datang. akan tetapi saat ini. Kita bisa
melihatnya. bahkan dengan mata yang berbinar. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar