Sabtu, 13 Desember 2014

Dera

Aku ini sepi.
Terjebak enyah menunggui, tetapi
Serupa nyaman mulai menepi
Pergi... jangan kembali.
Aku mati
Kenapa tak bunuh saja aku sekalian?
Aku lelah menunggu nanti
Yang tak bertepi,
Lama telah.
AKu kalah telak.
Aku sekarat.
Pergi-pergi...
Lalu kembali sesuka hati
Aku apa menurutmu?
Kau singgai lalu kau campa,
Tak peduli
Permisi, aku protes;
Cepat kembali.
Menetaplah dan jangan kemana-mana agi
Hahhh!!!!
Terdakwa kau!!!
Bedebah! Bersenda dengan biar!
Melihat aku pun tidak ketara, enyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar