kepada jarak, saya berterimakasih kepada anda. karena anda, saya jadi tahu bagaimana sepasi itu sangat dibutuhkan pada setiap kata agar tersusun menjadi sebuah kalimat.
saya berterimakasih sekali sebab adanya anda saya jadi mengerti bagaimana cerita itu bisa terangkai dengan indah sesuai dengan alurnya. hahaha
dan tentu saja saya tahu kalau anda datang sebagai sebab yang menyebabkan akibat, bukan? dan akibat anda.....
aiii... terimakasih sekali lohh karena telah mengizinkan dan mempercayakan saya untuk merasakan rasa akibat adanya anda. meskipun tidak sebentar saya ditingkahi oleh rasa yang anda datangkan. dibuat klimpungan kepada siapa saya harus titipkan dan adukan rasa akibat dari adanya anda agar sampai pada yang saya maksudkan.
ya memang, awalnya saya bingung dan asing, bahkan saya heran, kenapa anda datang tanpa memberikan penawar pula? tapi... saya berterimakasih lagi...
barangkali saya harus mencari penawarnya sendiri.
................
Jadi, saat ini sudah ada beberapa jalan keluar. mungkin nanti saya akan titipkan pada dandelion yang siap diterbangkan oleh angin agar sampai. yahh seperti kata dongeng bahwa dia adalah penyampaian harap yang ulung dan pasti akan dia sampaikan pada apa yang tertujukan.
tapi.... tidak-tidak. mungkin tidak. dia terlalu rapuh dan pasrah, saya rasa. saya takut sekali apabia ditengah jalan dia malah mendarat lebih pagi dari yang saya duga....
hmmmmm.
atau mungkin saya harus titipkan pada do'a-do'a pada suatu waktu ketika dia menggebu, saja? agar dia diterbangkan oleh angin tanpa pasrah dan tak berhenti ditengah jalan serta mendarat pada tempatnya tanpa ada kebingungan yang sergap. bagaimana menurutmu? kepada siapa saya titipkan rindu itu??? yang karena kamu???? kepada siapa??? kalau saya sendiri sihh lebih percaya pada pilihan ke dua.
tsaaahhh... saya lucu sekali, ya?... bagaimana sedari tadi saya tidak sadar bahwa adanya anda adalah untuk memperkenalkan saya dengan yang namanya nikmat munajat. maaf terlalu rumit dan lama saya memahaminya. tapi terimakasih sekali ya, Jar. seharusnya saya lebih pandai kedatangan tamu tak berpemisi seperti anda dan teman anda yang ngakunya bernama rindu itu. terumakasih sudah mau membaca keluh saya. ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar