Minggu, 08 Desember 2013

bukan duka untuk mengenalinya

aku mengenalinya. dia tak bernyawa. namunperangainya bagaikan dia memiliki jiwa dan raga. dan telah terbukti, dia tak ketara bagaimana bentuknya.. dan ketika setiap jiwa yang kehadiaran tamu seperti dia, mereka akan kebingungan bagaimana bentuk rupa dia.

aku mengetahuinya.. dia yang datang tak kenal kapan dan dimana. yang terkadang dia hadir terlalu lama untuk menetap dalam sebuah ruangan tempat sang raja raga singgah. dia.. yang terkadang hadir dengan satu nama akan tetapi, kehadirannya seakan akan membawakan sembilu pedang yang tajam untuk d tancapkan kepada sang raja raga.

aku mulai merasakannya.. sebuah rasa yang hadir dengan kilat menyambar tepat di depan kejadianku.. dan apabila aku mulai mencoba untuk menghindar, hanya ada sebuah siksaan dan cambukan datang darinya..

datangnya entah kapan dan dimana awalannya. akan tetapi aku melihat, seperti halnya dia datang membawa prangkap. dan aku mulai terjerat olehnya.. begitupula setiap jarum jam berputar, bagaikan aku semakin tergenggam erat olehnya..


entahlah kapan aku dapat keluar dari jerat yang menyiksa ini.
entahlah bagaimana cara aku dapat keluar dari perangkap yang besar ini.
entahlah siapa yang dapat membantuku melepaskan tali rasa yang sulit aku mengerti ini. entahlah... entahlah...

dan aku mulai mengerti siapa itu dia. siapa itu yang memerangkapku. siapa itu yang menjeratku..! kenalkanlah dia, sebuah rasa yang datangnya dari jarak dan sekat. saksikanlah dia yang datang bukan karena dimana dan kapan, tetapi dia hadir dari mengapa dan kenapa. dia yang datang dengan alasan. dia yang datang setelah kenangan, dia datang dengan sosok 'siapa' dalam dia... dia datang dengan sosok 'siapa' pengukir kenangan. dia datang dari 'sosok' yang menuntun mengukir kenangan.
dan untuk siapapun yang kedatangan sosok dia sang rasa bernama RINDU, percayalah, engakau tak akan pernah bisa lari darinya. karena dia lekat dalam benak dan hatimu.

dan untuk bagaimana cara melepaskannya?? cukuplah ukir dia sang RINDU dalam do'a. karena saat itu, tanpa kita sadari kita tengah mengukir rindu d tepi langit. untuk d titipkan kepada sang pemberi rindu.

wahai sang perindu... rindu datang dariNya karena kerinduanNya kepada kita. wahai sang perindu... rindu datang untuk kita karena kita tengah d rindukan olehNya.. wahai sang perindu... aku pun dapat merasakannya bahwa rindu itu adalah pendekat antara kita denganNya. wahai sang perindu.. jangan salahkan sosok yang d rindu karena dia datang bukan darinya melainkan dariNYA.

wahai sang perindu.... cukupkanlah kita melepaskan bagaimana tersiksanya kita denga rasa bernama rindu itu dengan memulai menitipkan rindu dan mengukir rindu d langit langit rindu sekarang. besok, dan kapan pun. karena sesungguhnya DIA yang memberikan rindu tak pernah membatasi kapan maumu menitipka rindu.. :")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar