Selasa, 08 April 2014

Don’t Tell, But Show

Ini adalah tulisan saya waktu pertama kali terdaftar jadi jurnalis. saya menemukan ini beberapa waktu lalu. nah, karena saya berharap tulisan ini jangan sampai lumutan karena hanya tersimpan di netbook saya, saya berniat untuk berbagi kepada kalian para pembaca. semoga bermanfaat ya.. ^_^
-------------

Jum’at, 8 Februari sampai 10 Februari 2013, di sekolah saya mengadakana cara Pelatihan Jurnalistik dengan bertemakan ‘Menjadi Jurnalis Kreatif dan Bertanggung Jawab’ acara ini di hadiri oleh 20 peserta dari siswa/siswi MAN Salatiga yang terdaftar. Saya pun salah satu dari 20 peserta itu.

Acara pelatihan tersebut berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama, di hadiri oleh beberapa team redaksi dari Kompas. Salah satunya adalah Sonya Hellen Sinombor. Beliau menerangkan beberapa hal kepada kami tentang; About Journalist, berita, bentuk atau jenis berita, dan masih banyak lagi.

About Journalist
“Journalist it not medicane, but it can heal. It is not law, but it can bring about justice. It is not military, but it can help us safe.” (Mary Maps)

Dari 3 pokok penuturan Mary Maps tersebut, Ibu Sonya Hellen menjelaskan kepada peserta pelatihan. Bahwa;

Journalist it not medicane, but it can heal (jurnalis itu bukan obat, tetapi dapat menyembuhkan). Beliau berkisah; Suatu ketika ada seorang balita yang mengidam tumor ganas di kepalanya bertahun-tahun, tidak dapat menjalankan operasi lantaran perekonomian yang kurang. Pada saat itu juga, para dokter meminta kepada journalist agar meliputnya. Setelah masalah itu di publikasikan melalui media cetak/masa, tidak jarang para kalangan atas menyumbang biaya operasi untuk si balita tersebut.

It is not law, but it can bring about justice (jurnalis bukan hukum, tetapi dapat mendatangkan keadilan) pada kalimat tersebut, beliau kembali bercerita; Seorang ibu yang berboncengan dengan anaknya menggunakan sepeda motor. Ketika di tengah jalan mereka mengalami kecelakaan dengan truk. Anaknya meninggal dan ibunya selamat tetapi mengalami cacat. Para penegak hukum menyalahkan ibunya karena ibunya di anggap sebagai pelaku penyebab anaknya meninggal. Dan akhirnya ibunya pun di penjara. Selang waktu berminggu-minggu, ada seorang journalist mewawancarai ibunya. Setelah semua clear dan telah di publikasukan, barulah si ibu di siding kembali dan di nyatakan tidak bersalah.

It is not military, but it can help us safe. (Jurnalis bukan militer, tapi dapat melindungi). Di kalimat terakhir ini, Ibu Sonya berkisah lagi tentang seorang anak yang baru baligh diperkosa oleh ayah tirinya. Kemudian ada salah satu jurnalis yang tahu dan diliput. Setelah itu, pihak komas pun mengetahuinya, sehingga anak tersebut mendapatkan perlindungan.



JOURNALIST???

·          Wartawan: orang yang bekerja di surat kabar/majalah, televise, radio, jaringan internet (online) selama 24 jam. Mencari, menentukan, menulis/melaporkan berita yang diperoleh kepada public.
·         Journalis sekedar pekerjaan: tetapi JALAN HIDUP yang di tuntut mencari gagasan yang baru.
Seorang wartawan maupun journalist tidak mengenal waktu kapan dia akan bekerja. Karena mereka bekerja kapan saja dan dimana saja. Dalam artian begini: mereka bekerja ketika ada suatu objek yang menarik.

Seorang journalis harus empati pada saat mewawancarai seorang yang terkena musibah.

BERITA

Berita adalah peristiwa secara factual dan dipublikasikan kepada masyarakat melalui media (cetak, elektronik, maupun online).
·         TOLOK UKUR BERITA
Aktual
Tokoh, Selebriti
“Kedekatan”
Aneh
“Konflik”
Trends
“Perubahan”
Hiburan
Dampak dan pengaruh
Human Interest

         BENTUK/JENIS BERITA
§   Berita lugas (hard news/straight news)
Berita yang baru saja terjadi. Berita yang harus secepat-cepatnya dipublikasikan kepada masyarakat. Dan cara menulis harus masuk pokok berita (persoalan). dan 5W + 1H tidak boleh ada unsur opini. (Fakta yang harus diangkat)

§   Berita halus (soft news/feature)
Tidak bisa di tulis bahasa dan kalimat yang sulit disampaikan sebagai berita lugas. Cara menulisnya lebih fleksibel, menggunakan bahasa dan kalimat yang dapat membuat orang bisa menangis, tertawa, marah, atau terharu, senang, terhibur, dan bangga.

Dalam menulis berita, wartawan harus menemukan dan memastikan peristiwa. Peristiwa harus sesuai dengan jalan cerita dengan menggunakan unsur 5W + 1H
a)      What: Apa peristiwanya
b)      Who: Siapa yang terlibat
c)      When: Kapan peristiwa terjadi
d)     Where: Dimana peristiwa terjadi
e)      Why: Mengapa terjadi
f)       How: Bagaimana peristiwa itu terjadi
(ditambah : so what dan what next)

BENTUK FEATURE
a.       Tulisan kecil menyangkut kemanusiaan
b.      Sidebar
c.       Sketsa
d.      Feature
e.       Feature komphre konsif
f.       Pengalaman pribadi

TEKNIK WAWANCARA
Pegangan yang harus di lakukan ketika wawancara adalah:
1)      Persiapan yang matang
2)      Buat janji dan tepati janji
3)      Bertindak dan berfikir positif
4)      Percaya diri
5)      Cakap
6)      Well informed
7)      Tetaplah bekerja dalm batasan-batasan norma
8)      Jangan menjadi polisi
9)      Jangan menembak dari berbagai arah
10)  Jangan takut
11)  Harus gigih

Hal yang harus diingat setelah melakukan wawancara adalah:
         Meminta nomor telepon kepada narasumber.
         Pertanyaan yang di tanyakan kepada narasumber tidak boleh di ulang-ulang.
         Jika ada lebih dari satu pewawancara harus ada koordinasi awal.

BELAJAR MENULIS BERITA
Sebelum Menulis
         Observasi
Observasi yang di lakukan sesuai dengan unsur 5W + 1H
         Buatlah Outline
1. Tentukan angel (sudut pandang) beritanya. Pokok dari inti yang di tulis: peristiwa, statement/imbuan, dll
2.      Pastikan semua kebutuhan sudah ada (5W+1H)

Panduan Menulis Berita
1.      Gunakan kalimat yang sederhana
Dalam satu kalimat tidak lebih dari satu pemikiran.
2.      Gunakan kata-kata yang meyakinkan pembaca bahwa pembuat berita telah melaporkan peristiwa itu secara akurat dan sesama.
3.      Gunakan bahasa sehari-hari.
4.      Gunakan gaya penuturan (bertutur/bercerita).

AKURASI

  1. Penulisan nama, pangkat, dan jabatan ditulis dengan benar.
  2. Penulisan alamat harus jelas dan akurat, kalau perlu dicek
  3. Penulisan waktu kejadian harus tepat (pagi, siang, malam).
  4. Penulisan angka-angka harus valid
  5. Kutipan atau pernyataan narasumber yang ditulis langsung tidak boleh distorsi (kalau bisa apa adanya)

MENULIS BERITA

Struktur Penulisan
Piramida terbalik
-          Lead, semua informasi penting pada awal.
-          Tubuh berita 5W + 1H dan “so What”.
Latar belakang
-          Akhiran: detail dan keterangan tambahan.
STRUKTUR PENULISAN
Ringkassan dan kronologi
a.       Brita dimulai dengan ringkasan berita
b.      Kronologi peristiwa
c.       Pengembangan peristiwa
Tahap menulis
1.      Menulis judul
a.       Tidak boleh lebih dari 5-6 kata
b.      Hindari penggunaan istilah.
Contoh: sabut SK bekas terpidana
Lead News
·         LEAD: kalimat utama/alenia pertama
·         Jumlah kata tidak lebih 400 kata
·         Angelnya harus jelas. Tidak boleh 1isu. Tidak boleh loncat-loncat
·         Perbedaan Lead News (langsung pada masalah) – Softnews (tidak langsung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar