Selasa, 08 April 2014

Pentingnya bersosialisasi


Bismillahir-rahamnir-rahiim.

Bersosialisasi pada lingkungan baru adalah kewajiban bagi seseorang. Seseorang tak akan dapat melakukan aktivitas social tanpa melakukan interaksi sosial antara manusia yang satu dengan manuasia yang lainnya.

***

Asna adalah seoarang anak yang pandai. Bahkan, dia mendapatkan juara satu meraih nilai yang terbaik sekotanya ketika ujian. Pada saat ia masuk ke SMA, ia tidak sulit untuk mendapatkan teman. Di sekolah Asna yang baru, ia terkenal sebagai seorang berpribadi pendiam suka menyendiri dan tidak memiliki seorang teman. Kemana-mana ia selalu sendiri. Pada akhirnya, Asna merasa tidak nyaman dengan lingkungan barunya, maka dari itu Asna mulai mencoba berbicara dan sering berkumpul dengan teman-teman sekelasnya. Bahkan, Asna juga mengikuti beberapa oraganisasi di sekolah barunya. Hingga pada akhirnya Asna memiliki teman yang banyak. Asna tidak lagi sendirian kemana-mana. Teman-temannya yang dahulu menyebut Asna sebagai seorang yang pendiam dan suka menyendiri, sekarang Asna disebut sebagai anak yang friendly dan kini Asna memiliki banyak sahabat.

***

Kisah diatas menggambarkan bahwa bersosialisasi adalah hal yang penting dan harus dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Karena bersosialisasi mampu membantu seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan serta seseorang akan dengan mudah untuk melakukan interaksi dengan sesamanya.

Sosialisasi adalah nafasnya kehidupan. Bayangkan saja, seseorang yang tidak dapat bersosialisasi bisa juga d sebut sebagai orang yang tidak hidup. Bagaimana mungkin kita bercita-cita untuk menjadi seseorang yang sukses dunia akhirat namun tak dapat bersosialisasi. Sama saja, kita hidup tapi mati.

Sosialisasi merupakan ‘lakon’ dari kehidupan. Sosialisasi mampu menghubungkan orang satu dengan orang lain. Dengan sosialisasi, seseorang akan mampu mengenali diri dengan lingkungannya. Dan bahkan mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut ilmu sosiologi yang penulis pelajari, sosialisasi ada d manapun kita berada.

1.      Keluarga
Keluarga adalah bagian terkecil dari suatu masyarakat yang terdiri dai ayah, ibu, dan anak. Keluarga merupakan tempat/alat yang pertama untuk berinteraksi.

2.      Kelompok bermain
Seorang anak akan lebih mudah melakukan interksi social dengan kelmpok sepermainannya karena mereka akan menemukan berbagai hal, sepertikata-kata, sikap, dan prilaku.

3.      Sekolah
Sekolah akan mengajarkan pengetahuan kepada anak dan ketrampilan untuk perkembangan intelektual anak, tetapi juga menanamkan, kemandirian, tata tertib, dan tanggung jawab.

4.      Lingkungan kerja
Dalam lingkungan kerja, akan terjadi proses saling mempengaruhi. Namun dalam hal itu, seseorang akan menemukan teman kerjanya yang sangat sukar untuk d pengaruhi. Jadi, apabila seseorang yang telah lama bekerja d tempat tertentu kemudian pindah ke lingkungan kerja baru ia akan kesukaran dalam menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan barunya. Maka dari itu, d butuhkanya proses sosialisasi untuk memecahkannya.

5.      Media massa
Media massa terdiri dari media cetak dan media elektronik. Biasanya, media elektronik akan mempengaruhi seseorang lebih mudah. Misalnya pengaruh televise bagi seorang anak, seorang anak akan cenderung mengikuti gaya dari apa yang ia tonton d televise.

6.      Masyarakat.
Masyarakat adalah pengaruh terbesar dari sosialisasi. Karena orang tersebut akan banyak berinteraksi dengan masyarakat yang berada d sekitar lingkungannya.

Sosialisasi mendorong kita untuk saling mengenal antar individu. Dalam agama islam, sosialisasi telah di jelaskan melalui QS. Al Hujaraat:13 yang artinya;

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Pembaca pastinya tak akan asing apabila mendengar kata “tak kenal maka ta’aruf”. Iya, islam mengajarkan kita cara untuk bersosialisasi atau dalam bahasa islam disebut sebagai ta’aruf.

Bersosialisasi dan ta’aruf dalam islam sangat diperlukan karena itu merupakan sendinya bangunan dalam menjalin hubungan baik. Misalnya tak akan terputusnya silaturahmi antara individu satu dengan individu lain. Selain itu, adanya sosialisasi dan ta’aruf kita akan tahu apa yang akan kita tuju.


Dengan bersosialisasi, kita akan mampu menemukan bagaimana tata cara (hablum minallah) dan (hablum minannas) dengan baik. Jadi, apabila kita mampu untuk bersosialisasi dengan baik, insyaAllah kita akan menemukan apa yang kita cari.

*Ps: saya menemukan tulisan lama saya lagi. meskipun beracak-acakan, semoga bermanfaat untuk para pembaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar