Bismillahir-rahamnir-rahiim.
Bersosialisasi pada lingkungan baru
adalah kewajiban bagi seseorang. Seseorang tak akan dapat melakukan aktivitas
social tanpa melakukan interaksi sosial antara manusia yang satu dengan
manuasia yang lainnya.
***
Asna adalah
seoarang anak yang pandai. Bahkan, dia mendapatkan juara satu meraih nilai yang
terbaik sekotanya ketika ujian. Pada saat ia masuk ke SMA, ia tidak sulit untuk
mendapatkan teman. Di sekolah Asna yang baru, ia terkenal sebagai seorang
berpribadi pendiam suka menyendiri dan tidak memiliki seorang teman.
Kemana-mana ia selalu sendiri. Pada akhirnya, Asna merasa tidak nyaman dengan
lingkungan barunya, maka dari itu Asna mulai mencoba berbicara dan sering
berkumpul dengan teman-teman sekelasnya. Bahkan, Asna juga mengikuti beberapa
oraganisasi di sekolah barunya. Hingga pada akhirnya Asna memiliki teman yang
banyak. Asna tidak lagi sendirian kemana-mana. Teman-temannya yang dahulu
menyebut Asna sebagai seorang yang pendiam dan suka menyendiri, sekarang Asna
disebut sebagai anak yang friendly dan kini Asna memiliki banyak sahabat.
***
Kisah diatas menggambarkan bahwa
bersosialisasi adalah hal yang penting dan harus dilakukan seseorang dalam
kehidupan sehari-hari. Karena bersosialisasi mampu membantu seseorang
menyesuaikan diri dengan lingkungan serta seseorang akan dengan mudah untuk
melakukan interaksi dengan sesamanya.
Sosialisasi adalah nafasnya
kehidupan. Bayangkan saja, seseorang yang tidak dapat bersosialisasi bisa juga
d sebut sebagai orang yang tidak hidup. Bagaimana mungkin kita bercita-cita
untuk menjadi seseorang yang sukses dunia akhirat namun tak dapat
bersosialisasi. Sama saja, kita hidup tapi mati.
Sosialisasi merupakan ‘lakon’ dari
kehidupan. Sosialisasi mampu menghubungkan orang satu dengan orang lain. Dengan
sosialisasi, seseorang akan mampu mengenali diri dengan lingkungannya. Dan
bahkan mampu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut ilmu
sosiologi yang penulis pelajari, sosialisasi ada d manapun kita berada.
1.
Keluarga
Keluarga adalah
bagian terkecil dari suatu masyarakat yang terdiri dai ayah, ibu, dan anak.
Keluarga merupakan tempat/alat yang pertama untuk berinteraksi.
2.
Kelompok
bermain
Seorang anak
akan lebih mudah melakukan interksi social dengan kelmpok sepermainannya karena
mereka akan menemukan berbagai hal, sepertikata-kata, sikap, dan prilaku.
3.
Sekolah
Sekolah akan
mengajarkan pengetahuan kepada anak dan ketrampilan untuk perkembangan
intelektual anak, tetapi juga menanamkan, kemandirian, tata tertib, dan tanggung
jawab.
4.
Lingkungan
kerja
Dalam
lingkungan kerja, akan terjadi proses saling mempengaruhi. Namun dalam hal itu,
seseorang akan menemukan teman kerjanya yang sangat sukar untuk d pengaruhi.
Jadi, apabila seseorang yang telah lama bekerja d tempat tertentu kemudian
pindah ke lingkungan kerja baru ia akan kesukaran dalam menyesuaikan dirinya
terhadap lingkungan barunya. Maka dari itu, d butuhkanya proses sosialisasi
untuk memecahkannya.
5.
Media
massa
Media massa
terdiri dari media cetak dan media elektronik. Biasanya, media elektronik akan
mempengaruhi seseorang lebih mudah. Misalnya pengaruh televise bagi seorang
anak, seorang anak akan cenderung mengikuti gaya dari apa yang ia tonton d
televise.
6.
Masyarakat.
Masyarakat
adalah pengaruh terbesar dari sosialisasi. Karena orang tersebut akan banyak
berinteraksi dengan masyarakat yang berada d sekitar lingkungannya.
Sosialisasi mendorong kita untuk
saling mengenal antar individu. Dalam agama islam, sosialisasi telah di
jelaskan melalui QS. Al Hujaraat:13 yang artinya;
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Pembaca pastinya tak akan asing
apabila mendengar kata “tak kenal maka ta’aruf”. Iya, islam mengajarkan
kita cara untuk bersosialisasi atau dalam bahasa islam disebut sebagai ta’aruf.
Bersosialisasi dan ta’aruf dalam
islam sangat diperlukan karena itu merupakan sendinya bangunan dalam menjalin
hubungan baik. Misalnya tak akan terputusnya silaturahmi antara individu satu
dengan individu lain. Selain itu, adanya sosialisasi dan ta’aruf kita akan tahu
apa yang akan kita tuju.
Dengan bersosialisasi, kita akan
mampu menemukan bagaimana tata cara (hablum minallah) dan (hablum minannas)
dengan baik. Jadi, apabila kita mampu untuk bersosialisasi dengan baik,
insyaAllah kita akan menemukan apa yang kita cari.
*Ps: saya menemukan tulisan lama saya lagi. meskipun beracak-acakan, semoga bermanfaat untuk para pembaca
Tidak ada komentar:
Posting Komentar