Minggu, 08 Desember 2013

bukan duka untuk mengenalinya

aku mengenalinya. dia tak bernyawa. namunperangainya bagaikan dia memiliki jiwa dan raga. dan telah terbukti, dia tak ketara bagaimana bentuknya.. dan ketika setiap jiwa yang kehadiaran tamu seperti dia, mereka akan kebingungan bagaimana bentuk rupa dia.

aku mengetahuinya.. dia yang datang tak kenal kapan dan dimana. yang terkadang dia hadir terlalu lama untuk menetap dalam sebuah ruangan tempat sang raja raga singgah. dia.. yang terkadang hadir dengan satu nama akan tetapi, kehadirannya seakan akan membawakan sembilu pedang yang tajam untuk d tancapkan kepada sang raja raga.

aku mulai merasakannya.. sebuah rasa yang hadir dengan kilat menyambar tepat di depan kejadianku.. dan apabila aku mulai mencoba untuk menghindar, hanya ada sebuah siksaan dan cambukan datang darinya..

datangnya entah kapan dan dimana awalannya. akan tetapi aku melihat, seperti halnya dia datang membawa prangkap. dan aku mulai terjerat olehnya.. begitupula setiap jarum jam berputar, bagaikan aku semakin tergenggam erat olehnya..

Kamis, 07 November 2013

Pemuda generasi penerus koruptor

Bismillahirrahmaniirrahim..
"Barang siapa diantara kalian yang kami tugaskan untuk suatu oekerjaan (urusan), lalu kalian menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari kiamat." (HR. Muslim)

Kita sebagai warga indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata korupsi. Jelas saja, korupsi di bumi pertiwi kali ini telah menjadi sebuah hal yang dianggap wajar. Bagaimana tidak?? Korupsi di indonesia telah tidak dapat tercontrol. Lihat saja para pemuka negara telah banyak yang mempraktikkan kejahatan korupsi. Mereka yang di pilih sebagai perwakilan rakyat menganggap bahwa korupsi harus di lakukan.

Indonesia adalah negara hukum. Tapi hukum menciptakan korupsi. Kenapa demikian??? Dari hal dasar saja terlihat begitu jelas, kita dapat menengok dari kebiasaan kebiasaan pelajar di indonesia. Kejujuran yang mahal tak mampu rakyat indonesia beli. Coba saja lihat pelajar yang sering mencontek, menjiplak pekerjaan teman, dan saling bekerja sama ketika sedang ulangan/ujian.
Kok bisa?? Apa hubungannya dengan korupsi?

Selasa, 22 Oktober 2013

Nasihat Kematian Umar Bin Abdul Aziz


SUATU ketika Umar bin Abdul Aziz r.a mengiringi jenazah. Ketika semuanya telah bubar, Umar dan beberapa sahabatnya tidak beranjak dari kubur sang jenazah tadi. Beberapa sahabatnya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, ini adalah jenazah yang engkau cintai dan engkau menungguinya disini lalu akan meninggalkannya“.
Umar berkata, “Ya. Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahu apa yang ia katakan kepadaku?“.
Mereka menjawab, “Tentu”.
Umar berkata, “Kuburan ini memanggilku dan berkata, ‘Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?‘, “Tentu“, jawabku.
Kuburan itu berkata, “Aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunya dagingnya. Maukah kau kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya?“.
“Tentu“, jawabku.
“Aku cabut satu per satu jari-jari ditelapak tangannya, lalu dari tangannya ke lengan dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. Dan paha dari lututnya. Ku cabut pula lutut itu dari betis. Dan dari betis menuju telapak kakinya“.
Lalu Umar bin Abdul Aziz menangis dan berkata,
Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan didalamnya adalah kehinaan. Yang muda akan menjadi renta, dan yang hidup akan mati. Celakalah yang tertipu olehnya.
Janganlah kau tertipu oleh dunia. Orang yang tertipu adalah yang tertipu oleh dunia. Dimanakah penduduk yang membangun suatu kota, membelah sungai-sungai dan menghiasinya dengan pepohonan, lalu tinggal di dalamnya dalam jangka waktu sangat pendek. Mereka tertipu, menggunakan kesehatan yang dimiliki untuk berbuat maksiat.
Demi Allah, di dunia mereka dicengkeram oleh hartanya, tak boleh begini dan begitu, dan banyak orang yang dengki kepadanya. Apa yang diperbuat oleh tanah dan kerikil kuburan terhadap tubuhnya? Apa pula yang diperbuat binatang-binatang tanah terhadap tulang dan anggota tubuhnya?
Dulu, di dunia mereka berada di tengah-tengah keluarga yang mengelilinginya. Diatas kasur yang empuk dan pembantu yang setia. Keluarga yang memuliakan dan kekasih yang menyertainya. Tetapi ketika semuanya berlalu dan maut datang memanggil, lihatlah betapa dekat kuburan dengan tempat tinggalnya. Tanyakan kepada orang kaya, apa yang tersisa dari kekayaannya? Tanyakan pula kepada orang fakir, apa yang tersisa dari kefakirannya?
Tanyalah mereka tentang lisan, yang sebelumnya mereka gunakan berbicara. Juga tentang mata yang mereka gunakan melihat hal-hal yang menyenangkan. Tanyakan tentang kulit yang lembut dan wajah yang menawan serta tubuh yang indah, apa yang dilakukan cacing tanah terhadap itu semua? Warnanya pudar, dagingnya dikunyah-kunyah, wajahnya terlumuri tanah. Hilanglah keindahannya. Tulang meremuk, badan membusuk dan dagingnya pun tercabik-cabik.
Dimanakah para punggawa dan budak-budak? Dimana kawan, dimana simpanan harta benda? Demi Allah, mereka tidak membekali si mayit dengan kasur, bahkan tongkat untuk bertopang sekalipun. Dahulu dirumah mereka merasakan kenikmatan. Kini ia tenggelam dibawah benaman tanah. Bukankah kini mereka tinggal ditempat yang lusuh dan menjijikan? Bukankah sama saja bagi mereka, siang dan malam? Bukankah sekarang mereka tenggelam dalam pekatnya kegelapan? Tak ada lagi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tercinta.
Berapa banyak orang yang dulunya mulia, kini wajahnya hancur. anggota badannya tercerai berai. Mulut mereka belepotan dengan darah dan nanah. Binatang-binatang tanah mengerubuti jasad mereka, sehingga satu per satu anggota tubuh terlepas. Hingga akhirnya tak tersisa, kecuali hanya sebagian kecil saja. Mereka telah meninggalkan istananya. Berpindah dari tempat lapang ke lubang yang sempit. Sesudah itu, istri-istri mereka dinikahi orang lain. Anak-anaknya pun berkeliaran dijalan. Harta bendanya dibagi-bagi oleh ahli warisnya.
Diantara mereka, ada pula yang dilapangkan kuburnya. Diberi kenikmatan dan bersenang-senang dengannya didalam kubur. Tetapi ada pula yang di adzab dalam sempitnya lubang kubur. Menyesali apa yang telah mereka kerjakan.
Umar lalu menangis dan berkata, “Wahai yang menjadi penghuni kubur esok hari, bagaimana dunia bisa menipumu? Dimana kafanmu? Dimana minyak (wewangian untuk orang mati)mu dan dimana dupamu? Bagaimana nanti ketika kamu telah berada dalam pelukan bumi. Celakalah aku, dari bagian tubuh yang mana pertama kali cacing tanah itu melumatku? Celakalah aku, dalam keadaan bagaimana aku kelak bertemu dengan malaikat maut, saat ruhku meninggalkan dunia? Keputusan apakah yang akan diturunkan oleh Rabbku?“.
Ia menangis dan terus menangis, lalu pergi . Tak lebih dari satu pekan setelah itu, ia meninggal. Semoga Beliau dirahmati Allah. [ra/islampos]

Rabu, 28 Agustus 2013

Seberapa Cantikkah Engkau? reblog from http://www.voa-islam.com

Cantik, sebutan kehormatan bagi wanita dan pujian yang membuktikan bahwa keberadaan mereka diakui. Cantik adalah nilai lebih yang membuat seorang wanita lebih berharga. Cantik bukanlah semata hadiah dari Allah, kecantikan itu bisa kita wujudkan, bisa kita munculkan. Namun semua itu pasti tidak mudah. Butuh usaha keras, kekuatan niat dan kesungguhan hati.  

Wanita itu cantik jika berilmu. dia tidak hanya menonjolkan emosi dalam berdebat, melainkan kedalaman ilmu yang memikat. 
Dia tidak hanya pandai dalam berteori namun bisa mempraktekannya secara rinci. Dia menerangi sekitarnya dengan ilmu yang dimiliki, namun tidak pernah pelit untuk berbagi.  
Dengan ilmu itu, mereka tunduk kepada Allah. Karena pengetahuan itulah, mereka memilih menjadi hamba yang bertakwa. 
Tidak hanya sekedar ikut, namun selalu mengkaji ilmu Allah dengan lebih runut. 
Tindakannya berdasarkan ilmu, bukan pendapatnya pribadi, apalagi hanya sekedar emosi diri.
Ilmu itu membuat hatinya tunduk,  nafsunya lebur, dan perilakunya teratur.    
Wanita itu cantik jika memiliki rasa malu. 
Malu mempertontonkan dirinya dengan sebegitu murah, dan malu jika  tidak bisa menjadi hamba yang patuh dan amanah kepada tuhannya. 
Mereka yang malu akan senantiasa menjaga diri dari dosa. 
Lihatlah betapa kemudian mereka sangat berharga. Siapapun yang akan mendekat kepadanya, akan merasa sungkan dan merasa harus menyiapkan sebuah kehati- hatian. 
Rasa malu itu yang akhirnya mengangkat derajatnya sendiri, dengan lebih tinggi tentunya.

Wanita itu cantik jika mereka cerdas. Cerdas untuk tidak berbuat bodoh dalam merendahkan kehormatan mereka sendiri. 
Cerdas untuk menata kata,  dan menempatkan diri dalam berbagai situasi. 
Semua makhluk pastilah tahu, bahwa wanita adalah tentang perasaannya, namun wanita cantik nan cerdas itu sangat mengerti kapan harus menggunakan logikanya. 
Maka akan dijauhinya keluhan, tuntutan dan kerewelan yang akan membuat segala urusan terasa semakin sulit.

Lihatlah betapa kecerdasannya dalam menata akhlak. 
Tidak ada hasut dan fitnah dilidahnya. tidak ada burung sangka dihatinya. 
Dia pandai memerdekan batinnya dengan kebaikan. dia pandai menutupi kekurangan dengan kelebihan. 
Dia bersosialisasi namun tetap dalam batas. Dia bergaul namun tidak lebur, dia menuntun sesamanya untuk selalu menuju kebaikan. 
Kehadirannya adalah berkah bagi manusia di sekitarnya. 

Lihatlah cara cerdas mereka dalam mengendalikan diri. 
Walaupun  akalnya sering kali dikendalikan oleh emosi, namun kuatnya iman menuntunnya untuk menjadi lebih indah. 
Dia tidak minder untuk tampil beda. Beda dengan wanita kafir yang bertindak diluar batas dan tidak tahu kapan mereka harus berhenti. 
Allah SWT sudah cukup menjadi alarm bagi mereka. Dan maha melihatNya, sudah bisa untuknya merasa selalu diawasi. 

Wanita cantik itu...
Mereka tahu mereka bukanlah bidadari yang sempurna, namun kekurangannya dia tutup dengan menonjolkan kelebihan, dan beristigfar terhadap kekurangan. 
Mereka pun tahu betapa susahnya untuk menjadi cantik, namun itu tak menghalangi mereka untuk selalu memperbaiki diri.
Maka ketahuilah saudariku, kecantikan adalah definisi dari wanita sholihah. Walaupun mereka kurang dalam fisiknya, namun akan lebih dari segi iman dan akhlaknya. Tidak ada di dunia ini yang lebih cantik selain dari wanita yang sholihah. Carilah, buktikan namun tidak akan kita temui selain kecantikan itu ada dalam diri mereka yang sholihah. Persis seperti yang telah disabdakan Rasulullah SAW, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah.” (HR. Muslim).
Kecantikan tak hanya sebatas fisik, dan bagusnya kulit ari kita. Namun kecantikan itu adalah seberapa dekat kita dengan Allah SWT, dan seberapa nyaman manusia berada di dekat kita. Maka benarlah jika sebaik- baik wanita, adalah mereka yang sholihah.Lalu apakah kita termasuk didalamnya? marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri ...


(Syahidah/voa-islam.com)

Kamis, 02 Mei 2013

ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA

on Fb | Ikhwan Gaul

bismillahir-rahmaanir-rahiim

Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:

"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."

 Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

 Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi­Rabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."

 Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Ra­him", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengaagungkan-K­u."

 Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."

 Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”

 Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.”­ Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

 Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

 Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.


 Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Rabu, 24 April 2013

kerinduan Senja


Bismillahir-rahmaanir-rahiim
Mega orange terlihat jelas menyibak masa menjadi sore dengan terpungguk-pungguk menenggelamkan mentari yang hampir seharian menerangi fatamorgana di bumi..

Dengan seksama dan tanpa harap-harap berlebihan, ku nikmati moment-moment seperti ini. Tak ku mengerti... aku merasa bahwa senja ini adalah senja kerinduan.. kerinduan pada sosok yang mengenalkanku pada keharuman senja..

senja dengan lantunan-lantunan kalamullah.. menyimpan sejuta makna d balik keindahan warna senja kini.
---
Terlalu capat dentuman detik berbaris maju. Warna senja akan habis jua. Harap-harap aku ingin memperlambat segalanya yang akan memisahkanku pada senja di depan kejadianku. kejadianku yang masih dalam posisi bersimpuh pada awang-awang bumi.

aku masih terpaku dan memaku-kan diriku di tempat dimana aku dapat melihat senja dengan jelas. Ada satu bujukan untukku meninggalkan segalanya yang aku lihat. yaitu waktu. semakin ia berjalan maju, pandanganku terhadap pesona senja mulai pudar.

Angan memaksaku untuk meminta mereka untuk menghentikan perjalanan mereka. tapi. aahhh itu tidak mungkin. tetap saja... Aku tak ingin beranjak. menit dan detik tetak berkejar-kejaran. aah berapa kali aku harus bilang bahwa aku tak ingin pesona senja kali ini berlalu dengan cepat. Mereka harus tahu bahwa aku tak ingin meninggalkan senja saat ini. Aku ingin meraka tahu bahwa aku tak ingin pergi dari tempat dimana aku dapat melihat senja sekarang. Aku ingin mereka mengerti. #astaghfirullahal'adzim..
---
Sosok itu lagi. Dia muncul dalamremang-remang khayalanku. Sosok yang mengenalkanku pada ambang senja yang menyingsing pada paras hati yang semula adalah kelam. Aku ingat.. Ia membuncah kegalauanku yang seakan-akan terus mengakar pada ruhku yang rapuh(red: dahulu).

Namun… perkenalanku pada nuansa senja, kini telah hampir mengakar pada relung kesedihan. Karena keindahan senja itu..

Aaahhh,.. Sudahlah, mereka begitu memukau pada ketegaran dalam hatiku sendiri yang penuh dengan lubang-lubang kecanggungan dengan pikatan erat.. Atau dalam dinginnya kenistaan yang membatu. Bahkan.. Dari gelapnya lubang hati yang terjal dan dalam.
---
Aku dapat merasakan... aku merasakan adanya cahaya yang membopong hati itu pada setungging cahaya yang gemilang.

Aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku merasakan hangat diantara hawa dingin yang mencekam. Aku dapat mencium semerbak suasana senja ini atas kasih yang terlempar di antara bunga-bunga senja yang tersenyum merekah terhadapku. Seperti pikulan rindu yang menekan pada punggung keraguan..

Aku merindukannya.. Aku tak ingin pergi meninggalkan senja yang walaupun telah habis dalam hitungan detik. Aku hanya ingin mereka mengerti bahwa aku ingin menikmati senja dengan menyampaikan bait-bait rindu yang ku titipkan pada Sang Pemberi rindu.

***

Tak pernah terlintas pada akalku yang bekerja pada satu khayalan untuk segera bangkit pada keterpurukan(kemarin). Kini… Entahlah.. Aku ingin segera beranjak menemukan cahaya indah dari celah senja yang merampas kepahitan hidup ini..

Kegetiran pilihan yang dahulunya adalah raja dari jiwaku.. Aku yaqin.. Kini  telah berubah dengan keyaqinan untuk mengdekati cahaya  itu. Subhanallah.. Aku tersadar. Ternyata aku tertiup oleh kesejukan kalamNya di senja penuh warna.. hingga aku lupa terhadap kebutaanku akan hal yang meragukan.


Selasa, 23 April 2013

Tanda Hati yang Sakit

bismillahir-rahmanir-rahim..

Di antara tanda hati yang sakit adalah hamba sulit untuk merealisasikan tujuan penciptaan dirinya, yaitu untuk mengenal Allah, mencintai-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, kembali kepada-Nya dan memprioritaskan seluruh hal tersebut daripada seluruh syahwatnya. Akhirnya, hamba yang sakit hatinya lebih mendahulukan syahwat daripada menaati dan mencintai Allah sebagaimana yang difirmankan Allah ‘azza wa jalla,
أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. Al Furqan: 43).

Beberapa ulama salaf menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,

هو الذي كلما هوى شيئا ركبه . فيحيا في هذه الحياة الدنيا حياة البهائم لا يعرف ربه عز وجل ولا يعبده بأمره ونهيه كما قال تعالى :
 ( يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوىً لَهُمْ)(محمد: من الآية12)

“Orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah dia yang senantiasa menunggangi hawa nafsunya, sehingga kehidupan yang dijalaninya di dunia ini layaknya kehidupan binatang ternak, tidak mengenal Rabb-nya ‘azza wa jalla, tidak beribadah kepada-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, persis seperti firman Allah ta’ala (yang artinya), ‘Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka’ (QS. Muhammad: 12).”

Jadilah Pemaaf

Renungan N Kisah Inspiratif | 23 April 2013
Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...

Suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk, tiba-tiba beliau tertawa sehingga tampaklah gigi-gigi serinya.

Maka sahabatnya Umar RA. kebingungan dan bertanya, “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, apakah yang membuatmu tertawa?”

Beliau menjawab, “Ada dua lelaki dari umatku yang dikumpulkan di hadapan Rabbul Izzah, Allah Ta'alla.

Salah satu di antaranya berkata, ‘ Wahai Rabb, ambilkanlah hakku yang dizhalimi oleh orang ini!’ Maka Allah Ta'alla berfirman, ‘kembalikan hak saudaramu yang telah engkau zhalimi!’

Orang itu berkata, ‘Wahai Rabb, tidak ada lagi kebaikan yang tersisa.’

Yang seorang lagi berkata, ‘Wahai Rabb, biarlah dia menanggung sebagian dari dosa-dosaku!’

Rasulullah SAW mencucurkan air matanya kemudian bersabda, “ Sungguh, hari itu adalah hari yang berat. Pada hari itu manusia perlu dipikulkan dosa-dosanya.”

Maka Allah Ta'alla berfirman kepada orang yang dizhalimi itu, “Angkatlah matamu dan perhatikanlah surga-surga itu!”

Orang itu berkata, “ Wahai Rabb, aku melihat kota-kota dari perak dan istana-istana emas yang ditaburi mutiara. Untuk nabi, orang shaddiq, atau syahid yang mana semua ini?”

Allah Ta'alla berfirman, “Ini semua untuk siapa saja yang membayar harganya.”

Orang itu berkata, “Wahai Rabb siapa pula yang memiliki (harga)nya?”

Allah berfirman, “Engkau memilikinya.”

“Dengan apa, wahai Rabb?” tanyanya.

“ Dengan pemberian maafmu kepada saudaramu.”

“Wahai Rabb, aku telah memaafkannya.”

Allah Ta'alla berfirman, “ Peganglah tangan saudaramu itu, lalu bawalah ia memasuki surga.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda,

ittaquLLaha wa ashlihuu dzaata bainikum, fa innaLLaha ta’ala yushlihu bainal mu’miniina yaumal qiyamati.

“ Hendaklah kalian bertaqwa kepada Allah dan memperbaiki hubungan di antara sesama kalian, karena sesungguhnya Allah memperbaiki hubungan di antara orang-orang yang beriman pada hari kiamat.” (HR Hakim dari Anas bin Malik RA)

Semoga Bermanfaat :")

Jumat, 19 April 2013

12 ciri sahabat sejati Menurut Imam Ghozali


bismillahir-rahmanir-rahim... semoga bermanfaat :")

Mari kita simak 12 Ciri Sahabat Sejati Menurut Imam al-Ghazali di bawah ini:

  1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu;
  1. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu;
  2. Jika engkau memerlukan pertolongn darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya;
  3. Jika engkau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik;
  4. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu;
  5. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya;
  6. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh;
  7. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi;
  8. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu;
  9. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu;
  10. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu;
  11. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.
Ingatlah kapan terakhir kali Anda berada dalam kesulitan.
Siapakah yang berada di samping Anda?
Siapakah yang mengasihi Anda ketika Anda merasa tidak dicintai?
Siapakah yang tetap bersama Anda, bahkan ketika Anda tak bisa memberikan apa-apa?

Itulah SAHABAT Anda.
Apakah kita telah memiliki sahabat sejati seperti itu?
Bukankah lebih baik jika kita introspeksi diri dulu, apakah diri kita sudah layak disebut sebagai sahabat sejati?
Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita.
Dalam masa kesulitan, kita mengenal siapa sahabat kita.

Rabu, 17 April 2013

manakah diantaranya?


"….kalau engkau dicintai orang dan mencintai, senanglah hatimu! Tandanya hidupmu telah berharga, tandanya engkau telah masuk daftar anak bumi yang terpilih. Tuhan telah memperlihatkan belas kasihanNya kepadamu lantaran pengaduan hati sesama makhluk. Dua jiwa di sebrang  masyrik dan maghrib telah terkungkung dibawa satu perasaan di dalam lindungan Tuhan…." (Al Anisah Mai)

Kata itu. Kalimat itu. Benarlah. Ia yang membuat aku dilema oleh permasalahan yang terpampang jelas pada pelupuk mataku. 'engkau dicintai orang dan mencintai'. Kata itu. Serasa aku tengah berada dalam ambang pintu yang nyata.

Masih terputar 2 ungkapan dari 2 orang yang berbeda..

Pijakan Musafir Cinta

bismillahir-rahmanir-rahim..

Tentang musafir cinta. Iya!!... Terbilang tidak akan bertemu pada tempat yang dijanjikan oleh kedua insan. Namun ternyata akan bertemu di penghujung jalan kecintaannya..

Jalan yang mungkin ketika tiap-tiap lisan masih tersumbat oleh ketentuan-ketentuannya… dengan bismillah tiap langkah yang terniatkan karena kecintaan terhadapNya, kedua belahan jiwa itu akan bertemu pada jalan cintaNya..

Tentu saja ini semua mungkin akan terus menjadi rahasia Allah.. Dimana tempatnya dan kapan pertemuan itu akan terlaksana. Tapi, suatu saat Allah sendirilah yang akan membuka rahasia itu. Tiada rahasia yang terus tersimpan dalam lubang keriuhan. Allah akan menampakkan rahasia yang selama ini tersimpan dalam misteri cintaNya.

Tidaklah mudah ketika berjalan dalam sandaran fillah… karena kadang iman akan berbalik arah pada suatu yang tak di harapkan.

Niatan berjalan dengan sandaran fillah, kemudian akan berubah menjadi niatan karena hal lain. Maka tak jarang ketika di tengah-tengah perjalanan, ia temukan jalan yang berliku penuh lubang, ia gugur dalam medan tersebut lantaran jatuh pada lubang satu-dua-dan tiga, kemudian… ia menonjolkan sifat keputus asaan yang tiada habisnya.

Lain lagi dengan sandaran fillah, terasa mudah menyusuri jalan yang berliku dan menanjak. Tiada keluh yang tersampaikan pada tiap langkah kakinya ketika berjalan menempuh satu titik yang ia cari. Terasa mulus dengan sabar yang terhias dalam berjalan menggapai cahaya walaupun jatuh bangun karena lubang yang menyesatkan.

Subhanallah.. Ketika telah sampai di pucuk perjuangan yang nyata, dan benar keduanya saling dipertemukan pada satu jalan yang bernama: jalan cintanya. Apa lagi yang akan dapat tersampaikan melalui bibir mungil sang musafir kecuali kata: 'alhamdulillah' tanpa henti??


Sabtu, 13 April 2013

Surat Merah Muda Ukhty Untuk Akhiy

bismillahir-rahmanir-rahim.. xixixixi setelah terpendam beberapa tahun dan bulan, tidak sengaja menemukan surat ini
:") "MEDA MOHON.. yang baca jangan salah faham dulu. ini surat sebelum Meda ngedapetin HIDAYAH" :") Medaa mosting cuman buat gurauan aja.. :")



╰♥♥♥╮✽╰♥♥♥╮  Akhi… ╰♥♥♥╮✽╰♥♥♥╮
Akhi…
Tak sharusny aku berkata seperti ini,
karna memang ada kesalahan besar jika aku mngutarakan hal ini

Akhi..
sejujurny, aku tak berani ungkapkan hal ini.
Tapi 4 JANJI itu seakan-akan selalu mnghantuiku ketika aku ingin menutupi suatu hal kepadamu.

Akhi..
Sadarkah engkau?
Akhir-akhir ini, jarang sekali aku menemukan kebahagiaan yg biasanya kau krimkan untukku.
Ak merasa janggal dengan sikapmu yg akhir2 ini aneh trhdapku.

Akhi..
Ini buatku tak mngrti apa yg harus aku perbuat :'(
Tiap kali aku sempatkan waktuku untukmu.
Tiap kali aku akan bercerita tentang kisah yang kualami hari ini
Selalu ada-ada saja kesibukan yang menghadangmu berhubungan denganku
Atau bahkan kau tak mau sempatkan wktu sedikitpun untukku.
Tp akhi, ak selalu hibur driku. :)

Kamis, 11 April 2013

Ukhuwah Lucu dan Menggemaskan

Bismillahir-rahmanir-rahim..
Ini postingan tentang niat dan riquest dari pemilik akun anfaridaaa15.blogspot.com XD

Awal pertemuan.

Aku mengenalnya sejak kelas 7  tsanawiyah. Itu terjadi 3 tahun yang lalu. Dan aku mengenal dekat dia saat aku kelas 10 Aliyah, sekarang. Sebelumnya.. Aku belum pernah berteman dekat seperti ini jikalau keadaan tidak memaksaku untuk mendekatinya. *muahahaha*

Aku adalah sosok yang termasuk kurang pintar bersosialisasi dengan teman-teman yang baru.. Itu adalah awal aku masuk aliyah. Aku adalah pribadi yang 'susah' berkenalan dan dekat dengan orang. Dan aku terdampar di kelas yang 1 orang pun aku anggap tidak aku percayai bahwa mereka itu benar-benar bisa di percayai,

Aku sering menangis lantaran aku merasa tidak memiliki teman satu pun. Itu pikir ku sihh,.. Hanya pikiranku saja. tapi sebenarnya.. Subhanallah.. Mereka semua peduli denganku.

kutipan hikmah. insyaAllah


Bismillahir-rahmanir-rahim..
Saat-saat ustadz kimia ana berbicara dan lebih tepatnya menegur kami satu kelas untuk membuka pikiran.. Mungkin beliau ingin kami cepet sadar dengan kejadian kami yang memang benar aku menyadarinya bahwa akhlaq kami sangat buruk..

Awalnya mungkin karena saat kami memulai pelajaran, kami tak memberikan tanggapan kepada beliau yang sedang menerangkan bab selanjutnya dengan seni menghargai yang baik..

bismillah.. semoga postingan ini bermanfaat bagi akhina wa ukhtina yang membaca. tapi mohon maaf apa bila banyak kata-kata yang sulit di pahami ;)

------------------------------------------

Ketika Aku Bertanya Tentang Mujahidku


Kembali diri ini melukiskan dalam lembaran-lembaran kertas usang penuh debu karena permintaan sang hati. Dan lagi-lagi aku harus berdebat dengan hatiku sendiri. uhh..

BACALAH!! PAHAMILAH!! Begitu permintaannya memenuhi otak-otakku yang konsentrasinya memang sedang benar-benar membingungkan.
------
Perlahan dan bertahap aku mencoba memahami arti dari apa-apa yang aku baca karena desakan sebongkah pertanyaan dari sang hati. Yang mana hati itu adalah hatiku sendiri. hmm.. Sebal. Kesel. Dan yang paling utama adalah RUMIT. Begitulah kata sang hati.

"katakan padanya apa benar dia masih mencintaimu. Dan jika memang benar dia mencintaimu, mintalah bukti dari padanya untuk meyakinkanku. Agar aku memberinya ruang untuk namanya berada didalamku. Aku mohonn.." rintih hatiku dengan paksaan yang memang benar benar memaksa tanpa ada landasan yang jelas.

Jumat, 22 Maret 2013

Ukiran Dzikir Prajurit Allah




Bismillah-hirrahmanir-rahim..
Aku dengar gemircik air hujan turun di tanah yang gersang. Aku yaqin, Mereka, prajurit langit yang turun bukan sedang membuka topeng kehidupan melainkan mereka sedang menurunkan rahmat dari Allah.

Tik.. Tik.. Tik.. Suara yang nyaring dan merdu menggugah para ruh yang mati agar ikut bersenandung dengannya.. Mereka meminta penduduk bumi untuk bersuka ria bersamanya.

Mereka memberikan ketegasan kepada khalifah fil ardh bahwa recik-recik air hujan yang turun merupakan dzikir-dzikir cinta sang langit dan bumi kepada Rabbnya. Dan suara petir yang menyambar-nyambar itu merupakan sebuah bacaan syahadat mereka. Dan aku percaya akan hal itu, mereka membawa keberkahan bagi khalifah fil ardh.

Kamis, 21 Maret 2013

Pelabuhan Hati


Lembayung senja di pelupuk mata penuh maknaa... terhempas oleh semilir angin menyibak manja. Bahasa istana langit terdengar merayu jiwa yang berhati putih untuk segera menemui Rabbnya. Nafas lega terembuskan dari hati yang semula terpompa riuh kebisingan menyakitkan.

Ahh.. Sejenak aku mengingat sosok baru menjemput kejadianku waktu lalu stelah kekacauan meraut-raut sebongkah hati yang rapuh.
Terasakan desiran hati ketika ingatan tertuju pada satu titik yaitu dia, jasad ini mulai terdorong lagi untuk mendekat kepada Sang Pemilik Cinta.. Membingungkan. Ya. Memang!

Awal mengenalnya.. Aku benar-benar merasakan akan jantung yang bedegup lebih kencang dari pada yang lalu-lau. Sekencang meteor yang meluncur ke atmosfer hingga terdampar ke permukaan bumi.

Misterius. Sosok baru itu memaksaku untuk mengingatnya juga mengingat Sang Pemberi Ingatan; Dari tutur katanya.. Dari lekuk bahasa isyaratnya melalui tingkah polahnya. Juga dari suaranya yang aku dengar dari sebrang.



Selasa, 19 Maret 2013

Aku Hanya Butuh Allah

Selamat malam, ahad.. ^_^
Semoga dzikir masih senantiasa terukir indah dalam lamunan dan kerumunan harimu hingga saat ini.. Aamiin:)

Hai malam tak berbintang..
Aku tahu kau sedang jenuh dengan hidup ini. Dengan keberadaanmu tanpa seorang yang menyapamu. Bahkan memperhatikanmu. Sama halnya dengan aku. Tak sama sekali orang yang selalu ku nanti memperhatikanku, bedanya dia tak jua menantiku.

Aku datang kepadanya tanpa kemauannya. Aku datang tanpa keinginannya. Aku datang dengan sendirinya. Tanpa di panggil. Bahkan tanpa di nanti-nanti.
Kau tahu, malam? Sebenarnya sangat sedih jika mengetahui itu..

Dia menyapa mereka dengan ramah. Dengan sanjungan. Dengan kata-kata yang indah. Tapi aku?? Hah.. Jangankan sebait puisi yang di persembahkan untuk aku. Ucapan "Assalamu'alaikum" aja enggk. :")



Minggu, 24 Februari 2013

Bait-Bait kerinduan

Adakah rindu yang tak tersampaikan?
Namun adakah rindu yang terus trsimpan?
Bagaimana jika rindu tak terbalaskan?
Atau bagaimana jika rindu terus terabaikan.
Mengapa ada rindu yang terus terpendam?
Mengapa juga ada rindu yang tak terlontarkan?
Adakah yang salah d antara sosok perindu? Adakah benar yang merindu tengah menutup rapat2 jika dirinya sedang merindu? Mengapa begitu?
"AKU MERINDUKANMU!!" Pernahkah mengucapkan kata itu bukan hanya d selembar kertas hampa namun juga ucapkan kepada sosok yang d rindu? Pernahkah?
"ya Allah.. Sampaikan rinduku pada(si dia) agar aku menjadi kerinduannya"
wahai sosok perindu.. Pernahkah terfikirkan berdo'a seperti itu? PERNAHKAH??? KENAPA TIDAK KAU COBA, duhai sosok perindu? Kenapa?? Bukankah Allah sebagai Rabb menitipkan rindu&menyampaikan rindu? Pikirkan, yaaaa khumaira! Pikirkan duhai perindu. Tadahkan tanganmu, khumaira. Dan berdo'alah dgn khusyu'..
*arggghhh gaje Meda mah... :D *


Seputar pertanyaan gaje


sekedar kutipan "Bidadari bermata biru? Siapa?
Apakah dia? Atau dirinya?
Ataukah aku?*aku rasa bukan*
dirinya atau dia? Bukanlah aku? :')
jujur. Aku lah yang ingin menjadi "bidadari bermata biru" itu?
Tapi aku bukan bidadari bermata biru yang termaksud.
Dan aku berdo'a agar ~akulah bidadari bermata biru(itu)~.
Cukuplah munajat yang ku manfaatkan.
Cukuplah semua dalam diam. Cukuplah Allah bagiku yang ku percayai memegang&menjaga hatiku. Cukuplah Allah bagiku untuk ungkapkan asa yang tak harapkan. *pie aa kata2nya* TT^TT"

Kuingin cahayaMu

wal 'asri.
Innal insaana lafii khusrin.
Illal laziina aamanuu wa 'amilus saalihaati wa tawaasau bil-haqqi wa tawaasau bissabr.
***
Bagaimana itu orang merugi?? Tolong beri tahu aku?
Siapakah orang merugi? Apakah itu aku? Apakah aku orang merugi?
Kenapa aku? Apakah karna ksalahanku sendiri? (aku rasa iya) TT^TT

adakah orang yang beruntung? Bagaimana orang yang beruntung itu?
Siapakah orang yang beruntung itu? Apakah orang yang beruntung itu adalah kalian?
Jika iya. Tolong bantu aku menjadi orang yang beruntung seperti kalian.
Ajak aku menjadi pribadi yang tak merugi.
Aku lelah menjadi orang yang merugi.

Aku takut jika malaikat pencabut nyawa datang kepadaku secara tiba2.
Kemudian aku d tanya kepada malaikat munkar nakir aku hanya dapat menjawab kemungkaranku saja.
Aku takut jika nanti ketika hari kebangkitan Rasul menangis melihat sedikitnya umat yang mengikutinya.
Aku takut d saat timbangan amal nanti Allah dan Rasulallah kecewa sama aku.
Karna aku tak pandai bersikap menjadi yang lebih baik.

Allah.. Beri aku cahayaMU...

Jumat, 22 Februari 2013

Rapuh!!!!


Aku hidup di tengah-tengah takdir yang menurutku tidak mau berpihak kepadaku. Jika aku kesana, aku akan di tentang, jika aku kesini, aku semakin di tentang, jika aku diam. Mereka semakin dan makin menentang. Oh.. Aku bingung aku harus bagaimana.

Aku diam, namun ada-ada saja hati menuntutku bicara jujur, jika aku jujur, aku semakin jujur, hingga kata-kata menyakitkan pun keluar. Kemudian.. Aku tertentang lagi.

Aaaa ingin aku katakan dan berteriak sekencang-kencangnya bahwa aku bingung dengan kehidupan ini. Tapi pada siapa aku mengungkapkannya?? Pada rumput yang bergoyang?? Arghh.. Ahhh basi!!!

Ataukah memang aku harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku? Atau mungkin aku harus bicara pada mereka yang menentang dan menuntutku lagi??? Kemudian aku harus ikuti apa mau mereka yang tak mengertikan diriku ini?

Ah.. Tak akan ada hasil jika aku menuruti apa kata mereka. Ya! Berhasil sih untuk mereka sukses menuntut aku, diriku! Tapi tak berhasil menuntut hati kecilku yang berkata dan berjalan dengan tulus!!

Langkah demi langkah aku lewati dengan penuh kebimbangnan. Mencari sosok pemilik hati 'yang mau mengerti diri orang lain'. Sejam, sehari, sebulan, dan berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hasilnya, TAK ADA YANG MUNGKIN AKU

Ukhuwah Fillah-kah ini???


Awalnya aku tidak mengerti apa makna ukhuwah fillah?? Tapi setiap kali ada seorang sahabat berkata 'ukhuwah fillah'. Terasa semua menjadi seperti ada butiran embun di siang hari menyegarkan dahaga di telak gurun dengan surya yang menyengat! Hmm kata-kata berlalu pun aku masih merasakan kesegaran itu, walau mungkin aku tak dapat mengerti apa arti kata bahkan makna itu yang sesungguhnya!
***

Ukhuwah fillah… Ikatan karena Allah????
 Sejak pertama kali kehidupan baru mucul di hadapanku, aku menemukan seorang seperti aku (seorang akhwat) aku sebut dia ukhti. dengannya kita mencoba mengnali satu sama lain. Hari berlalu, kita semakin mengenal, dan mungkin dengan Ridho Allah. InsyaAllah..  Tapi yang namanya roda kehidupan,.. pasti ada-ada saja perubahan.

Awal dari awal adalah ketika kita bertukar pengalaman dan apapun yang kita hadapi saat itu. Kita bahas tentang pesantren yang sebelumnya kita ingin-inginkan namun tak dapat terkabulkan. Kemudian, kita berbagi ilmu tentang agama, saat itu aku ingat tentang kata 'KIAMAT'. YA!!

Selasa, 19 Februari 2013

Kamu siapa?


Kutipan cerpen Khumaira...


Aku diam dalam kebisingan makhluk-makhluk yang bernyanyi ria melepaskan penat dalam jiwa. Aku memilih berlari dari mereka. Aku gunakan waktuku kali ini untuk membangun duha yang hampir mati termakan usia. Aku pisahkan diriku terhadap dunia, dan aku berlari mengejar waktu duha.

Walaupun terus saja sang bidadari kemarin menghalang-halangi diamku dalam waktu sekarang ini. Bahkan bukan hanya sekarang, tapi seterusnya! Yang entah sekarang dimana keberadaannya saat ini, dia selalu saja muncul. Di terik yang membakar dahaga, di hujan yang membekukan nafsu. Atau di lamunan saat malam yang telah merubah waktu duha dengan kilat berubah menjadi bunga tidur.

Ingin sekali aku menemukan bidadari yang sering kali mengganggu diamku dengan berbagai bahasanya. Bertanya SIAPAKAH KAMU DUHAI MAKHLUK ALLAH??? Atau ungkapkan kata AKU HANYA INGIN MENGENALMU SAJA DUHAI MAKHLUK ALLAH.. Tapi kau tak jua muncul dalam kenyataanku. Atau mungkin jika aku tahu keberadaannya, aku hanya akan menodai kesucianya?

Ini mungkin Qada bagi diriku yang hanya cukup mengagumi bidadari berjilbab biru dalam sebuah keheningan malam ketika aku tebangun dalam sepertiga malamku. Tak ingin lebih dari itu jika semua telah menjadi takdir dimana aku harus menjadi pencari dirimu dalam sepertiga malamku. Meski harus menanti dalam menit-menit yang tajam menembus bilik-bilik hatiku.

Bidadari berkrudung biru..
Akan ku temukan dirimu dalam istikharah cintaku atau dalam tahajjud sepertiga malamku, bahkan dalam waktu-waktu duhaku. Dan ingatlah bidadari dalam lamunanku, aku tak akan berhenti melakukan hal seperti ini sebelum aku menemukan kejadianmu secara nyata.

oleh:  Adam