Jumat, 19 Desember 2014
Resensi Buku 60 Puisi Terbaik Indonesia Tahun 2009
Sabtu, 13 Desember 2014
Dera
Terjebak enyah menunggui, tetapi
Serupa nyaman mulai menepi
Pergi... jangan kembali.
Aku mati
Aku lelah menunggu nanti
Yang tak bertepi,
Lama telah.
AKu kalah telak.
Aku sekarat.
Lalu kembali sesuka hati
Aku apa menurutmu?
Kau singgai lalu kau campa,
Tak peduli
Cepat kembali.
Menetaplah dan jangan kemana-mana agi
Terdakwa kau!!!
Bedebah! Bersenda dengan biar!
Melihat aku pun tidak ketara, enyah.
Minggu, 07 Desember 2014
Sabtu, 06 Desember 2014
Sebuah Damba
Kamis, 14 Agustus 2014
Mengenai Kehilangan
Pernah,
begitu mencintai namun di tinggalkan? Pernah, begitu menyayangi namun di
tinggal pergi? Pernah, begitu menggenggam namun terlepas? Pernah, begitu sangat
memiliki namun pada akhirnya kamu kehilangan? Bukan. Ini bukan tentang patah hati
karena di hianati. Atau depresi karena di tinggal pergi. Dan bukan… ini bukan
tentang kamu diberikan janji kemudian kamu di bohongi. Namun ini tentang takdir
yang memintamu dan sosok yang kamu sayangi harus terpisah oleh suatu hal yang
memang sudah menjadi kehendak Tuhan.
Aku
merindukannya, dia yang milikku, aku yang menyayanginya, dan dia yang
menyayangiku pula. Dia sakit, bulan agustus ini, entah sejak kapan dia sakit,
aku lupa. Tapi dia tak mau makan. Dia tak mau masuk rumah. Saat itu aku sangat
sibuk. Aku bahkan sedikit tak peduli dengan dirinya. Bukan berarti aku tak
menyayanginya lagi. aku tetap menyayanginya. Tapi aku sudah kelas 3. waktuku
untuk bersama dengan dirinya berkurang. Dia sakit. Tapi aku bingung bagaimana
cara merawatnya. Ibuku seperti biasa membuatkannya susu dengan madu. Dia tak
mau meminumnya. Aku tidak tahu. Kenapa dia. sakit apa dia.Minggu, 25 Mei 2014
perayaan coret-mencoret selepas kelulusan
melihat seperti itu temen saya bilang suruh memotret mereka yang lagi pada konvoi gitu. bagus buat liputan katanya. yaudah saya motret aja pake HP yang cameranya tak sebagus camera SLR.dan tiba-tiba aja muncul dibenak kita masing-masing gergara kita liat konvoi (entah ilegal atau enggak itu gak selese selese). "sebenernya apa manfaatnya seperti itu sih?" || "kalaupun buat kesenangan aja kan bisa di realisasikan dengan hal-hal yang lebih positive lagi" || "ihh kaya gitu apaan sih?? norak banget. || "apa gak sayang sama bensinnya kalo dibuat muter-muter kaya gitu?" || kasihan dong orang tuanya, apa gak tau gimana sulitnya cari uang?" || "yaa kalo bensinnya beli pake duit sendiri sih gapapa, kalo masih nodong orang tua....????" || "belum lagi kalo orang tuanya itu pekerjaannya gak tetap." || "Hadehh... cuman untuk kesenangan"
Selasa, 20 Mei 2014
Aku Dan Rindu Yang Ada Kamu
Rabu, 14 Mei 2014
Kenangan
tapak pertama tampak baik-baik saja.
tapak kedua, ia mulai meragu langkah.
tapak brikutnya ia mulai tersadar,
lalu pada tapak tapak yang lain ia kembali terkenang
lalu tapak itu mulai bertanya
Entah apa
aku merasaimu berada di dada sebelah kiri.
aku baru tersadar ketika namamu tersebut ia melakukan reaksi dabar yang tak biasa terjadi.
tapi ketika kuketahui ada nama lain yang tersebut beriringan dengan namamu tadi,
seperti ditikam belati kemudian aku mati.
Sebenarnya sosok seperti apa kamu sampai berani membuatku seperti ini?
Jumat, 09 Mei 2014
Harap-- absurd!
Kamis, 01 Mei 2014
Aku pernah
Aku pernah memilihmu...
Sebagai sosok yang pantas aku tunggu.
Aku pernah memilihmu...
Sebagai sosok yang patut aku rindu.
Aku pernah memlihmu...
Sebagai sosok yang menemani sepiku...
Karena aku mencintaimu.
Segala sesuatu tentangmu menjadikan aku untuk memilihmu.
Karena aku mencintaimu. Segala hal tentangmu adalah keterindahan bagiku.
Karena aku mencintaimu. Apapun tentangmu itu baik untukku.
Tapi aku dibuat buta oleh percintaan kapadamu.
Kamu membutakan aku dengan segala lakumu yang sangat berbeda di depanku dan di belakangku.
Kamu orang lain. Ketika kamu berada di depanku.
Namun kamu menjadi diri kamu yang sesungguhnya ketika kamu berada si belakangku.
Di depanku. Kamu katakan kata cinta yang mempu membuatku terbang ke awang menjauh dari tapakkan.
Di depanku. Kamu hadirkan pelukan yang mengahangatkan gigil tubuhku.
Di depanku. Kamu luruhkan air nata yang tertumpah karena kesepian yang mendekapku erat.
Sebelum aku tau bahwa di belakangku kamu tebarkan kata cinta untuk orang lain pula.
Sebelum aku tau jika di belakangku kamu singgap ke pelukan orang lain jua.
sebelum aku tau mengenai kamu yang berpura-pura mengusir kesepianku saja.
Namun itu dahulu.
Sebelum aku memutuskan untuk pergi darimu tanpa kembali lagi.
Sebelum aku memutuskan untuk meninggalkanmu dari kebohongan-kebohonganmu yang membodohkan.
Selasa, 08 April 2014
Pentingnya bersosialisasi
Terlamat
Pelajaran Dari Masa Lalu
Don’t Tell, But Show
Minggu, 30 Maret 2014
Diskusi Tentang Luka
Rabu, 15 Januari 2014
"Bahwasannya kamu berhak untuk bahagia"
Antara Aku, An, Senja, dan Rindu
sore itu.. selasa
kemarin, 14012014. tak kusagka bayangmu hadir memenuhi anganku.. kata
"SENJA" tiba tiba datang ketika aku tak sengaja membaca bait kata.
seperti yang tertera: "Senja, pada langit biru ia menjingga. Menjelma
kereta kuda yang menjemput mimpi pada malamnya. Keindahan sesaat, sekejapan
mata. Datang sekali di antara siang dan malam. Tapi ia setia. Tak pernah lupa
untuk kembali keesokan lagi, meski malam kerap melahapnya dalam hitam hari. Dan
aku adalah senja itu. Pengantar rindu menuju kamu." (Galih Hidayatullah)




